Warga Palestina dan Polisi Israel Terus Terjadi Bentrok

Diterbitkan oleh pada Rabu, 16 September 2015 06:46 WIB dengan kategori Liputan Khusus dan sudah 936 kali ditampilkan

Warga Palestina dan polisi Israel terus bentrok di komplek Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur selama tiga hari berturut-turut, bahkan bisa masuk hari keempat. Amerika Serikat dan Uni Eropa meminta kedua belah pihak meredakan ketegangan, namun seruan itu tidak digubris.

 

Pemuda-pemudi muslim yang berusaha melindungi masjid suci dari perusakan aparat Zionis, melempari batu, kembang api, serta benda-benda lainnya ke arah polisi. Sebaliknya, Kepolisian Israel, dibantu dinas intelijen Shin Bet, memblokir akses masuk Al Aqsa dari gelombang pengunjuk rasa yang berdatangan dari wilayah Palestina.

 

Channel News Asia melaporkan, Rabu (16/9), kerusuhan di Al Aqsa, tempat suci ketiga umat Islam sedunia, bisa mengguncang Timur Tengah. Dia berharap Israel maupun warga Palestina bisa menahan diri agar stabilitas kawasan terjaga.

 

"Jika provokasi masih terjadi dari kedua pihak, dikhawatirkan rantai kekerasan akan meluas hingga di luar tembok Yerusalem," kata Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov.

 

Organisasi nirlaba Waqf, yang berbasis di Yordania, memiliki setumpuk bukti bahwa polisi Israel merusak bagian dalam masjid. Para pengunjuk rasa, tua-muda, menuding Negeri Zionis sedang berusaha membatasi jumlah warga Palestina bisa beribadah di Al Aqsa.

 

Dalam kesempatan terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah pihaknya ingin menguasai Bait Suci, bukti tempat Al Aqsa berdiri. Status quo di Yerusalem Timur, menurut Netanyahu akan dijaga.


(merdeka)

 

Kekerasan di sekitar komplek Al Aqsa mulai tersulut pada Minggu (13/9). Juru bicara kepolisian Zionis mengatakan sekelompok anak muda Palestina disinyalir mengacau jelang perayaan tahun baru Yahudi dengan melempari batu ke desa-desa warga wilayah pendudukan Israel.

 

"Perusuh itu kemudian kami pukul mundur ke area Al Aqsa," kata Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld.

 

Sedangkan versi lain mengatakan Tentara Zionis lebih dulu menyerbu komplek suci itu Minggu subuh waktu setempat. "Serangan polisi menggunakan peluru karet dan granat kejut membuat pemuda Palestina berkumpul melindungi Al Aqsa," tulis kantor berita Ma'an.

 

Kawasan Al Aqsa yang bersisian dengan Tembok Ratapan di Bait Suci, selalu menyulut potensi konflik di Yerusalem. Israel merebut Yerusalem timur, setelah memenangkan Perang Enam Hari melawan Koalisi Arab-Mesir pada 1967.

 

Klaim Zionis bahwa mereka berkuasa atas komplek Bait Suci, ditolak oleh komunitas Internasional, termasuk PBB. Israel sampai sekarang secara sepihak menyebut ibu kota mereka adalah Yerusalem, bukan lagi Tel Aviv.