Dinas KPPKE: Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar

Diterbitkan oleh pada Jumat, 18 September 2015 21:54 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 1.240 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KPPKE) Kota Tanjungpinang melalui Kabid Kehutanan dan Perkebunan, Muhammad Syukri mengimbau masyarakat Tanjungpinang untuk tidak melakukan aktivitas buka lahan dengan cara membakar.


"Karena Tanjungpinang sedang mengalami musim kemarau yang cukup panjang, sehingga berpotensi mudah terjadi kebakaran," kara Syukri.

 

Imbauan tersebut juga untuk memperkecil peluang terjadinya kebakaran, mengingat  sampai saat ini, kebakaran lahan sudah terjadi lima kali di Tanjungpinang.

 

Selain imbauan, KPPKE Kota Tanjungpinang juga meningkatkan fungsi pengawasan hutan yang dilakukan personil Polisi Hutan (Polhut) di titik-titik lahan yang rawan terjadi kebakaran. 

 

"Seperti di Bukit Kucing, Dompak, Senggarang dan Sei Pulai, karena tidak jarang kebakaran sering terjadi di titik tersebut," tegasnya. 

 

Menurut Syukri, 14 personil Polhut Kota Tanjungpinang akan disiagakan di titik lahan tersebut secara bergilir dengan pembagian waktu jaga dari pagi, siang, dan sore hari. Minimal dengan penempatan Polhut di lokasi tersebut, selain bisa melakukan pencegahan, Polhut dapat memberikan informasi lebih cepat jika terjadi kebakaran. 

 

Sementara itu, menurut Prakiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, Ardhito peluang hujan di Kota Tanjungpinang masih sangat minim. Karena pergerakan angin tenggara masih terlalu kencang mencapai 16 knot atau bisa bergerak cepat dari 8-34 km per jam.

 

"Ini juga mengakibatkan musim kering di Tanjungpinang semakin panjang. Serta, tingginya pergerakan gelombang di perairan Lingga, Anambas dan Natuna yang saat ini sudah mencapai 2,5 meter," papar Ardhito. 

 

Untuk asap kiriman dari Sumatera dan Kalimantan di perkirakannya sudah jauh berkurang dengan jarak pandang saat ini berada lebih dari 9 km.


(ant)