Petinju Remaja Kepri Tantang Juara Nasional Malaysia
TANJUNGPINANG - Petinju putri yang masih remaja, Vika Lido Butar Butar menantang Lee Ai Jin, juara nasional Malaysia dalam pertandingan tinju amatir dan profesional memperebutkan sabuk dan medali emas dari Kapolres Tanjungpinang.
Ketua Panitia Penyelenggara Tinju Amatir dan Profesional Santos Promotions Rahmad Nasution di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan Vika masih duduk di bangku SMA di Batam, yang dilatih R Jon di Sasana Wira Boxing Camp Batam untuk menjadi petinju berbakat.
"Vika merupakan nasional di kelasnya yang akan bertarung dengan juara nasional Malaysia. Pertarungan ini pasti seru," ujarnya.
Kepala Sasana Wira Boxing Camp Batam R Jon, menyatakan Vika sudah siap menghadapi Lee Ai Jin di GOR Kacapuri Tanjungpinang pada 14 November 2015. Vika memiliki cukup waktu untuk berlatih dan mempersiapkan diri melawan Lee.
"Vika dalam kondisi stamina dan fisik yang cukup prima untuk bertarung menghadapi Lee," ujar Jon.
Dia mendukung upaya Tim Santos Promotions untuk memajukan kembali tinju amatir dan profesional di Kepri, khususnya di Tanjungpinang. Kegiatan positif seperti itu harus terus dikembangkan, dengan menggelar kejuaraan-kejuaraan tinju amatir dan pro agar bakat serta talenta para remaja dapat disalurkan dengan baik.
Dari kejuaraan tinju itu, terbuka kemungkinan muncul petinju berbakat baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami punya banyak petinju berbakat, termasuk Vika, petinju perempuan satu-satunya yang masih duduk di bangku SMA 4 Batam," ucapnya.
Sementara itu Promotor tinju termuda di Asia, George Santos dan pelatih tinju era 80-an Azman P dan Randy Hutagalung sepakat mendukung bangkitnya tinju amatir dan profesional di Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang dan Bintan yang selama ini mati suri.
"Saya melihat tinju amatir dan pro kita sudah mati suri, makanya kami ingin kembali mengangkat citra tinju pro dengan menggelar kejuaraan tinju amatir dan profesional di Kota Tanjungpinang," kata promotor tinju George Santos ketika ditemui saat menyaksikan kegiatan "sparing partner" di lapangan olah raga Hotel Aston Tanjungpinang.
Jika situasi mendukung, gedung olah raga serta fasilitas tinju memadai, Santos Promotions akan terus menggelar kejuaraan tinju di Tanjungpinang.
"Meredupnya tinju amatir dan pro di Kepri itu tidak lain karena kurangnya frekuensi pertandingan yang digelar, dan alokasi anggaran untuk kegiatan olahraga di bidang tinju yang masih minim," katanya.
Azman P dan Randy Hutagalung, pelatih yang melatih tiga petinju asal kota Tanjungpinang mengatakan Andy Y Bronco Rain dari Sasana Polres Tanjungpinang, Syahrial dari sasana Angkasa Lanud Boxing camp Tanjungpinang, Pranda Aidil dari sasana Besteep siap bertarung.
"Ketiga petinju dalam kondisi prima dan siap bertanding. Hingga saat ini kami terus berupaya memberikan sesi latihan yang tidak seperti pada waktu awal latihan kami lakukan. Ini kami lakukan karena kami berupaya menjaga kondisi fisik dan stamina setiap petinju agar tidak mengalami cidera fisik dan otot," kata Azman P, pelatih tinju yang didatangkan dari Sumatera Barat.
Sementara Randy Hutagalung, pelatih tinju asal Jakarta mengharapkan ketiga petinju tetap menjaga stamina dan kondisi fisik dan otot jelang pertandingan.
"Jangan melakukan gerakan yang dapat membahayakan dan mengakibatkan luka dan cidera otot, ketiga petinju diharapkan dapat menjaga stamina mereka sampai jadwal pertandingan nanti," katanya.
(ant)

