Situs Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Desa Batu Berdaun

Diterbitkan oleh pada Kamis, 1 Oktober 2015 19:15 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.818 kali ditampilkan

LINGGA - Penemuan baru situs bersejarah berupa makam tua yang diprediksi usianya mencapai ratusan tahun ditemukan di Desa Batu Berdaun, Dabo Singkep oleh rombongan Koramil Dabosingkep bersama anggota Pemuda Pancasila dan perangkat Desa Batu Berdaun tadi pagi, Kamis (1/10).


Tanpa disengaja situs bersejarah tersebut ditemukan sekitar 15 meter dari situs wisata meriam tegak yang berlokasi di pinggir jalan menuju Objek Wisata Desa Batu Berdaun. Usia makam tua ini diketahui dari bentuk batu nisan yang hanya terdapat saat zaman Kerajaan Riau Lingga, mirip Batu Nisan di Makam Merah Istana Damnah.

 

Beberapa dari batu nisan ini masih tersusun rapi dan tidak hancur. Bahkan, tembok yang mengelilingi pemakaman tersebut juga terbuat dari bahan-bahan mirip dengan tembok di Istana Damnah.

 

Komandan Koramil 04 Dabosingkep, Lettu Rusdianto mengatakan, temuan makam lama ini sebenarnya tidak disengaja oleh Babinsa yang bertugas di wilayah tersebut. Namun tujuan dari membersihkan lahan makam tersebut mengingat pemakan tersebut memiliki nilai historis dengan sejarah perjuangan Kerajaan Melayu.

 

Mungkin saja nanti dapat dikembangkan oleh pemerintah setempat untuk menelusuri lebih jauh tentang sejarah makam ini yang mungkin berkaitan erat dengan meriam tegak dan beberapa situs lainnya.

 

"Kami hanya gotong royong dan membersihkan lokasi ini, mungkin nanti penemuan ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk dikembangkan menjadi daerah wisata," ujar Komandan Ramil ini.

 

Sementara itu, penulis sejarah dan juga pencipta kamus cakap melayu Encik Samsul Hendry mengatakan, sejarah pastinya meriam tegak dan pemakaman yang baru ditemukan tersebut memang hingga saat ini belum ada yang mampu mengungkap sejarah tersebut.

 

Namun dalam cerita masyarakat sekitar meriam tersebut di cacakkan oleh seorang putri yang sedang marah terhadap seorang pangeran raja. "Kalau kau bisa mencabut meriam ini, baru kau bisa melawan aku, itulah kira-kira ungkapan yang disampaikan sang putri kepada pangeran," ungkapnya.

 

Setelah meriam tersebut tertanam tegak di tanah, hingga saat ini tidak satupun warga masyarakat yang bisa mencabut meriam tersebut. Bahkan pemerintah Daerah Kabupaten Lingga pernah mengerahkan alat berat untuk memindahkan meriam tersebut, namun hingga kini tak satupun yang mampu. Sehingga meriam tersebut kini tetap dilestarikan.

 

Dengan ditemukan pemakaman tersebut diharapkan mampu mengungkap sejarah meriam ini, sehingga dapat dijadikan situs sejarah yang bernilai. "Mudah-mudahan pemakaman ini menjadi salah satu petunjuk tentang sejarah meriam tegak dan beberapa tangga seperti bangunan, yang ada di Desa batuberdaun ini sehingga menjadi objek wisata baru," ungkapnya