Delapan Perusahaan yang Lakukan PHK Besar-Besaran di 2015
Satu per satu perusahaan di Amerika Serikat (AS) secara perlahan mulai memangkas karyawan dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mulai dari harga minyak dunia yang terus menurun hingga perlambatan ekonomi yang terjadi di banyak negara menjadi sebagian faktor dilakukan PHK tersebut.
Seperti dilansir dari CNN, berikut delapan perusahaan di AS yang melakukan PHK dengan jumlah terbanyak.
1. Hewlett-Packard (HP), PHK 30 ribu karyawan
Meg Whitman telah melakukan PHK yang dramatis dalam sejarah Hewlett-Packard. Pasalnya, sejak Whitman menjadi CEO pada tahun 2011, perusahaan telah memangkas 85 ribu pekerjaan.
Jumlah itu termasuk hingga 30 ribu pekerjaan, di mana HP menyatakan pada awal bulan ini berencana juga untuk juga memangkas karyawan. Menurut perusahaan outplacement Challenger, Gray & Christmas, PHK yang dilakukan HP ini merupakan yang terbanyak dari setiap perusahaan AS lainnya pada tahun ini.
Pada putaran terakhir PHK, berkaitan dengan rencana HP untuk memecah perusahaan menjadi dua perusahaan publik yang terpisah.
2. Schlumberger, PHK 20 ribu karyawan
Harga minyak dunia yang murah mungkin menjadi hal yang menggembirakan bagi pengemudi mobil di Amerika, namun tidak berlaku pada perusahaan yang bergantung pada harga minyak dunia. Pasalnya, hal tersebut akan memaksa perusahaan melakukan PHK.
Lihat saja Schlumberger. Perusahaan raksasa jasa ladang minyak mengalami tekanan akibat turunnya harga minyak dunia dan telah memangkas 20 ribu pekerjaan. Turunnya salah satu energi terbesar di dunia tersebut telah membanting aktivitas pengeboran.
Pengaturan waktu PHK diberitahu oleh Schlumberger. Perusahaan ini mengumumkan dua putaran PHK hanya dalam jarak empat bulan. Dengan demikian, menyoroti bagaimana lengahnya industri tertangkap akibat penurunan tajam harga minyak.
3. Baker Hughes, PHK 13 ribu karyawan
Harga minyak tergelincir telah menghantui di Baker Hughes sepanjang tahun. Baker Hughes, yang menyediakan alat dan jasa untuk pengeboran minyak dan gas, telah menghilangkan 13.000 pekerjaan tahun ini melalui tiga pengumuman PHK secara terpisah.
Pemangkasan biaya ini dipicu oleh harga minyak murah dan Baker Hughes juga tengah menunggu persetujuan pemerintah untuk melakukan merger USD35 miliar dengan pesaingnya, Halliburton.
Perusahaan jasa pengeboran minyak ini berada di antara perusahaan yang paling agresif dalam mengurangi jumlah pegawai selama serangan minyak. Menurut Challenger, Gray & Christmas, banyak perusahaan AS telah mengumumkan lebih dari 86.000 PHK diatribusikan secara langsung dengan penurunan harga minyak sejak Juni 2014.
4. Halliburton, PHK 11.800 karyawan
Halliburton yang merupakan perusahaan minyak raksasa telah memangkas hampir 12 ribu pekerjaan tahun ini karena bergulat dengan perlambatan utama dalam kegiatan pengeboran.
PHK secara langsung terkait dengan penurunan tajam di rig minyak AS. Baker Hughes memperkirakan jumlah rig anjlok hingga 60 persen sejak mencapai puncaknya pada lebih dari 1.600 musim gugur lalu.
5. Caterpillar, PHK 10 ribu karyawan
Cobaan ganda, yakni perlambatan ekonomi dan murah minyak China telah menggoyahkan Caterpillar. Minggu lalu Caterpillar mengungkapkan rencana untuk memangkas hingga 10.000 pekerjaan hingga 2018. Hingga sekira 5.000 pekerja akan kehilangan pekerjaan mereka antara sekarang dan akhir tahun depan. Caterpillar berpikir pemangkasangan ini akan membuat perusahaan menghemat USD1,5 miliar per tahun.
Caterpillar mendapat hampir 10 persen dari total pendapatan dari China. Tak hanya itu, pertambangan dan eksplorasi minyak juga kembali memangkas perusahaan global ini pada pembelian alat berat yang menghasilkan dan merupakan layanan utama Caterpillar.
6. A&P, PHK 8.500 karyawan
Jaringan supermarket Pantai Timur AS ini mengajukan kebangkrutan kedua hanya dalam kurun waktu lima tahun. Kembali pada akar 1859, A&P tidak mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan. Pada saat pengajuan kebangkrutan, A&P mengatakan akan menarik penyumbat pada sekitar 25 toko. Penutupan mengakibatkan kerugian sekitar 8.500 pekerjaan, sebagian besar di New Jersey.
Kabar baiknya adalah bahwa A&P juga mengumumkan penawaran tentatif untuk menjual 120 toko yang mempekerjakan 12.500 pekerja yang menyaingi rantai grosir.
7. Microsoft, PHK 7.800 karyawan
Satya Nadella tidak takut Microsoft akan menyusut. Sejak mengambil alih Microsoft pada Februari 2014, Nadella telah memimpin dua gelombang pemangkasan yang telah menghilangkan sekitar 25.800 pekerjaan di Microsoft.
PHK terbaru terjadi pada Juli ketika produsen software ini mengumumkan PHK sebanyak 7.800, sebagian besar di bisnis perangkat keras smartphone. Hal itu adalah teguran terbaru untuk pembelian kontroversial mantan CEO Microsoft Steve Ballmer dari bisnis handset Nokia. Hal ini menyebabkan dari 18.000 PHK dalam bisnis Nokia yang Nadella telah umumkan pada 2014.
Investor saham mencerminkan seperti apa yang Nadella telah lakukan selama ini. Saham Microsoft telah rally 18 persen sejak dia mengambil alih, mengalahkan Nasdaq dan Google.
Microsoft saat ini mempekerjakan sekira 117.354 karyawan, termasuk 42.225 di wilayah Puget Sound of Washington State. Angka ini turun dari 128.076 orang yang bekerja untuk Microsoft pada akhir Juni 2014.
8. RadioShack, PHK kurang lebih 6.500 karyawan
Ketika mengumumkan kebangkrutan pada Februari, pengecer elektronik ini mempekerjakan 21.000 pekerja di 4.000 toko. Namun, itu tidak jelas persis berapa banyak pekerjaan yang hilang karena RadioShack bekerja sama dengan Sprint untuk mengoperasikan sekitar 1.750 toko secara bersama-sama.
Namun, RadioShack mengajukan kebangkrutan, menunjukkan bahwa perusahaan telah memangkas sekira 6.500 pekerjaan saat bisnisnya hancur.
(okz)

