Warga Sei Jang Keluhkan Kondisi Mangrove
TANJUNGPINANG - Mengantisipasi masuknya sampah yang dibawa dari laut ke lahan mangrove, Putra pemuda setempat Sei Jang telah membuat jaring-jaring sebagai penahan agar tak sampai terkena batang maupun akar mangrove. "Tapi kekuatan jaring tetap tidak bisa menahan semua sampah yang masuk. Jalan satu-satunya yakni dengan manual atau tenaga manusia," katanya, Selasa (10/06/2015).
Selain sampah, penyebab kerusakan mangrove lainnya juga disebabkan oleh ulat yang memakan daun-daun sehingga mengakibatkan kerusakan, meski tidak dikategorikan parah. Sementara itu, salah seorang nelayan tambak dan mangrove di lokasi tersebut, Agus, mengaku sering menemukan sampah-sampah berserakan dan melilit di batang-batang mangrove di pinggir tepi laut.
Hampir setiap hari ia bersama nelayan lainnya membersihkan dan memungutinya menggunakan perahu, sekaligus mengecek kondisi mangrove-mangrove di sekitarnya. "Saya juga sering mengingatkan warga disini lainnya di sini, sebab secara tidak langsung kerusakan mangrove juga ulah manusia. Tidak jarang saya berbuat tegas ke mereka yang tertangkap basah membuang sampah di lokasi mangrove," ucapnya.

