Import Pangan Bisa Tekan Inflasi

Diterbitkan oleh pada Selasa, 13 Oktober 2015 05:51 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 760 kali ditampilkan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Gusti Raizal Eka Putra menilai rencana pemerintah menerapkan impor pangan khusus untuk wilayah Kepri akan mampu menekan inflasi di perbatasan yang trennya terus meningkat.



"Kebijakan impor pangan itu untuk mengurangi inflasi. Itu positif," kata Gusti di Batam, Senin.

Gusti mengakui, inflasi yang terjadi di Kepri didorong oleh kenaikan harga pangan terutama beras, sayuran dan aneka cabai. Sehingga bila kebijakan impor diterapkan dapat menurunkan harga komoditas sembako dan menekan inflasi.

Berdasarkan data BI, inflasi di Batam pada September 2015 sangat tinggi yaitu mencapai 8,55 persen (yoy), lebih tinggi dibanding inflasi nasional pada periode yang sama sebesar 6,84 persen (yoy).

Inflasi di Kepri terjadi di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi di provinsi yang berbatasan dengan empat negara itu.

"Inflasi Kepri melaju tinggi bahkan melebihi inflasi nasional. Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Kepri mampu mencatatkan tingkat inflasi lebih rendah dibanding nasional," kata dia.    

Sementara itu, BI mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2015 menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Pada triwulan II 2015 pertumbuhan ekonomi Kepri tercatat 5,57 persen (yoy) melambat cukup dalam dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 7,14 persen (yoy). Meskipun demikian, Kepri masih mencatatkan pertumbuhan tertinggi di regional Sumatera," ujar Gusti.

Dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi didorong oleh perlambatan konsumsi rumah tangga dan investasi, serta melemahnya ekspor dan impor. (ANT)