178 Pencari Suaka Asal Timur Tengah Masuki Kota Batam
BATAM - konflik yang terjadi dinegara timur tengah mengakibatkan para penduduknya beramai-ramai meninggalkan negaranya. Batam yang terletak di perbatasan dengan negara tetangga kini menjadi salah satu kota tujuan para pencari suaka untuk menyelamatkan diri.
Sedikitnya sekitar 178 pencari suaka dari berbagai Negara islam yakni Irak, Iran, Afganistan, Pakistan, Suriah dan Somalia datang ke Batam secara ilegal melalui pelabuhan tikus.
Salah satu pengungsi asal Iraq mengakui bahwa saat ini dinegaranya sedang terjadi konflik perang dan sudah tidak ada tempat yang aman untuk dijadikan tempat tinggal. Bahkan dirinya menunjukkan luka yang didapatnya dibagian kepala akibat baku hantam yang melibatkan kaum syiah ISIS tersebut
“Dari satu golongan memberontak, syiah banyak juga dari iran masuk ke irak, jadi dimasuki negara orang lain” Jelas salah satu pengungsi yang menjelaskan dibantu dengan terjemahan asal Indonesia. Selasa malam, (20/10/15)
Para pencari suaka sebanyak 178 orang tersebut saat ini ditampung di Hotel Kolekta Nagoya, dengan bantuan dari International Organization for Migration (IOM) yang memenuhi semua kebutuhannya dari para imigran
Sementara, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim ) Khusus Batam, Rafli menyampaikan bahwa status 178 orang yang terdampar di Batam tersebut adalah berstatus para pencari suaka berdasarkan dokumen yang dibawanya.
Pihak wasdakim sendiri menurut rafli kini tengah memverifikasikan status para imigran gelap yang tiba tiba meninggkat dalam hitungan hari
“jadi dalam hal penempatan, kita bekerja sama dengan IOM, ditempatkan di kolekta karena dibatam tidak ada community house, untuk tindak lanjutnyakan tinggal UNCR lagi yang akan membuka status mereka, apakah sebagai pencari suaka ? atau sudah bisa dikatakan sebagai pengungsi” Jelas Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim ) Khusus Batam, Rafli
Rafli mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami dan menyelidiki orang yang membawa mereka sampai ke Batam, pasalnya setiap diungsikan ke hotel jumlah imigran asal timur tengah semakin meningkat.

