Universitas Brawijaya Siapkan Dana Rp30 M Untuk Riset Aplikatif
Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur menyiapkan dana riset Rp30 miliar. Dana ini bisa dimanfaatkan civitas akademika UB untuk menghasilkan penelitian yang bisa diaplikasikan di masyarakat.
"Bantuan dana untuk riset ini memang tidak serta merta bisa digunakan begitu saja tetapi harus ada imbal baliknya. Dengan dana riset sebesar itu, peneliti harus bisa mandiri dengan cara mampu menghasilkan penelitian yang bisa dijual, sehingga kampus pun juga diuntungkan," kata penggagas Riset Inovasi Teknologi Universitas Brawijaya Dr Ahmad Sabaruddin di Malang, Rabu (21/10/2015).
Ahmad mengemukakan, daya saing produk penelitian di UB terus meningkat karena lebih dari 50 perusahaan yang memberikan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap pengembangan produk. Dengan demikian, banyak hasil penelitian dari UB yang bisa diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Rektor UB Prof M Bisri berharap hasil penelitian bisa memberikan manfaat dan sumbangsih untuk masyarakat luas. UB sendiri akan menggandeng sejumlah perusahaan industri untuk melihat apakah produk penelitian itu bisa diimplementasikan atau bisa digunakan untuk kepentingan lainnya yang juga bermanfaat bagi banyak pihak.
Bisri mengakui, selama ini karya peneliti masih banyak yang berbentuk riset berupa buku dan belum bisa dipasarkan. "Harapan kami hasil penelitian yang dilakukan dosen maupun mahasiswa UB ini bisa diproduksi massal menjadi sebuah karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.
Sebenarnya, kata Bisri, hasil penelitian yang dihasilkan para peneliti dari UB cukup banyak dan bisa diaplikasikan di kalangan masyarakat maupun dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. Dia mencontohkan, inovasi alat pendeteksi tsunami maupun kit deteksi diabetes.
"Hanya saja, hasil-hasil penelitian tersebut sebagain besar juga dalam proses penyempurnaan, sehingga ke depan mampu memberikan formula akurat. Namun demikian, sekarang juga tidak sedikit hasil penelitian tersebut sudah dimanfaatkan dan diproduksi secara massal oleh perusahaan dan dipasarkan secara luas," kata Bisri
(okz)

