Bandara Hang Nadim Bakal Jadi Industri Teknologi Tinggi
Bandar Udara Internasional Hang Nadim, merupakan salah satu aset Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dikembangkan saat lembaga tersebut masih bernama Otorita Batam dibawah pimpinan Presiden RI ketiga BJ Habibie.
Hang Nadim merupakan akses transportasi keluar masuk barang, jasa dan masyarakat dari kota Industri, Batam yang berstatus kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.
Bandara internasional Hang Nadim (Kode IATA: BTH, ICAO: WIDD), satu-satunya bandara di Pulau Batam yang awalnya juga dimaksudkan sebagai alternatif untuk bandara Changi, Singapura, jika dirasakan dalam keadaan darurat dan memaksa pesawat untuk mendarat segera.
Namun, dalam perkembangannya, selain menjadi tempat lalu lintas udara, Hang Nadim sudah mengembangkan industri dibidang penerbangan. Di Bandara Hang Nadim sudah ada usaha perawatan hingga perbaikan menyeluruh (Maintenance, Repair and Operational/ MRO), milik Lion Air Group.
Industri tersebut sudah mengaplikasikan teknologi tinggi yang akan terus dikembangkan oleh perusahaan penerbangan swasta nasional terkemuka tersebut.
Sejumlah memorandum of understanding (MoU) juga sudah ditandatangani BP Batam dengan pihak ketiga dalam pengembangan Bandara Hang Nadim menjadi kawasan industri penerbangan yang mengaplikasikan teknologi tinggi dan modern.
Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono membeberkan, diantaranya dengan PT Ilthabi Rekatama untuk MRO pesawat. Ada juga MoU dengan PT Angkasa Pura, dalam pengembangan Bandara Hang Nadim yang ditandatangani pada 2014. Bahkan Singapore Airlines juga dikabarkan tertarik membangun MRO kawasan Hang Nadim. (ANT)

