Pemilu Myanmar, Harapan Terakhir Muslim Rohingya

Diterbitkan oleh pada Ahad, 8 November 2015 16:29 WIB dengan kategori Liputan Khusus dan sudah 762 kali ditampilkan

Pemilihan umum (pemilu) Myanmar yang berlangsung hari ini (8/11) merupakan akhir dari harapan bagi ribuan warga minoritas Rohingya yang berharap dapat memberikan suaranya. Mereka terpaksa melewati hari pemilihan dengan menyaksikan warga lainnya memilih di tempat-tempat pemungutan suara (TPS)

 

“Saya dapat melihat umat Budha Rakhine, Muslim Kaman dan Hindu memberikan suara di TPS di dekat barikade. Kami berharap, dengan suatu cara diperbolehkan memakai hak pilih. Tapi hari ini saya kehilangan harapan akan adanya perubahan selama (di Myanmar) saya hidup,” kata seorang warga minoritas Rohingya bernama Abdul Melik, sebagaimana dilansir Associated Press, Minggu (8/11/2015).

 

“Ini adalah hari dimana semua harapan berakhir. Kami marah karena kehilangan hak untuk memilih,” tambahnya.

 

Sekira 500 ribu warga minoritas Rohingya dilarang untuk memberikan suaranya oleh Pemerintah Myanmar. Mereka tidak dianggap sebagai warga negara meskipun telah tinggal di negara itu selama bertahun- tahun bahkan puluhan tahun.

 

Fakta ini menjadi sorotan dalam pemilu demokratis pertama yang dilangsungkan di negara itu dalam 25 tahun terakhir, terlebih karena tidak ada satu pun calon Muslim di antara lebih dari 6 ribu caleg yang diusung 91 partai politik dalam pemilu kali ini.]


(okz)