Menteri Rini Akan Perkuat Peranan BUMN Syariah dan BUMN Asuransi
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ingin memperkuat peranan BUMN syariah dan juga BUMN Asuransi. Hal itu juga ditetapkan dalam Roadmap BUMN 2015 sampai 2019.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo mengatakan, saat ini Kementerian BUMN tengah mengkaji Bank Syariah seperti Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BTN dengan UUS milik BUMN menjadi besar.
"Kajian ini nanti akan dikonsultasikan dengan OJK di mana punya program yang ada. kita ketahui punya tiga bank syariah total ekuitas kurang dari Rp9 triliun," kata Gatot di Kapal KM Kelud, Minggu (22/11/2015).
Gatot menuturkan, Kementerian BUMN juga tengah mendetailkan pembentukan Reasuransi Indonesia atau gabungan dari seluruh BUMN asuransi untuk bisa membantu mengurangi current defisit Indonesia yang setiap tahunnya antara Rp9 triliun sampai Rp10 triliun.
"Jadi kalau sampai 2019 itu akan naik terus. karena itu kita harus punya reasuransi Indonesia yang besar. PP sudah ada, 19 november sudah publish, dan dalam satu bulan, administrasi 17 Desember sudah akan mencanangkan reasuransi yang definitif sehingga bisa membantu pemerintah dalam mengurangi current defisit," tambahnya.
Saat ini, BUMN asuransi seperti Asuransi Jiwasraya, Jasindo, dan anak usaha PT Pertamina (Persero) akan dilakukan penguatan dari yang sebelumnya.
"Karena market share yang ada kita minoritas di negeri sendiri, karena itu kita ingin ke depan minimla raih 50 persen, hari ini kita sekitar 20 persen. dengan share tahun in sekitra 54 triliun, tahun depan agresif lebih ditingkatkan sehingga kita bisa menikan share dari 2- sampai dengan 50 persen di 2019," tandasnya.
(okz)

