Debat Paslon, Sani-Soerya Saling Puji
BATAM - Dua calon gubernur peserta Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Sani dan Soerya Respationo saling memuji dalam Debat Kandidat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum di Batam, Selasa.
Aksi saling puji itu dilakukan saat menjawab pertanyaan moderator acara, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Syafsir Akhlus, yang meminta dua calon gubernur memberikan tiga kata positif tentang lawan politiknya dalam pernyataan penutup.
"Saya percaya beliau berdua adalah haji, hingga melakukan pilkada 'fair', jujur dan penuh silaturahmi," kata calon gubernur nomor urut 2 Soerya Respationo.
Calon gubernur nomor urut 1 Muhammad Sani pun membalas pujian itu dengan menyebut Soerya banyak membantunya dalam lima tahun terakhir, saat keduanya berpasangan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.
"Selama lima tahun, saya banyak terbantu. Kalau ada keberhasilan itu keberhasilan bersama. Kita semua yang bangun Kepri. Mau tidak mau, kalau ada keberhasilan itu keberhasilan bersama," kata dia.
Kedua calon gubernur yang pernah berpasangan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 2010-2015 itu juga menyapa dengan sebutan santun, Sani menyebut Soerya dengan kata "adinda" dan Soerya memanggil Sani dengan kata "ayahanda".
Dalam kata penutupnya, Muhammad Sani menyerukan tiga kata, yaitu bersatu, teruskan pembangunan.
Karena dengan persatuan dan kebersamaan maka Pilkada bisa berjalan dengan baik.
"Kalau ada 'black campaign', biarkan saja. Saya sejak awal di-'black campaign'. Itu akan berlalu," kata Sani.
Masih dalam pernyataan penutup, Sani kembali mengulang nasihat yang selalu diulangnya dalam banyak kesempatan. "Kalau masih bersemangat, punya visi misi, kalau bisa berjenaka, artinya Anda belum tua. Teruskan membangun," seru calon gubernur yang berpasangan dengan Nurdin Basirun itu.
Sementara Soerya Respationo dalam pernyataan penutupnya mengajak masyarakat untuk mengikuti Pilkada dengan penuh rasa persaudaraan, menjaga tali silaturahmi, ceria dan gembira.
"Karena pilkada adalah pesta. Pesta, bergembira. Hindari kampanye negatif dan kampanye hitam," kata dia.
Pesta bukanlah prahara, dan Pilkada adalah upaya mencari gubernur yang bisa mengayomi, memberi motivasi dan mencari jalan keluar dari masalah yang dialami masyarakat.
Pilkada Kepri diikuti dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur, yaitu Muhammad Sani-Nurdin Basirun dengan nomor urut 1 dan Soerya Respationo-Ansar Ahmad nomor urut 2.
Pasangan calon kepala daerah Muhammad Sani-Nurdin Basirun diusung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP, Partai Gerindra dan PKB, sedangkan Soerya Respationo-Ansar Ahmad diusung PDIP, PAN, Partai Hanura dan PKS.
(ant)

