130 Investor Siap Berinvestasi di Indonesia
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat ini sedang melakukan promosi di Shanghai, China. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para investor Tiongkok.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengungkapkan, tercatat ada 130 investor menghadiri kegiatan tersebut. Jumlah investor potensial itu 30 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebelumnya yakni 100 orang investor.
“Dari kegiatan forum bisnis, terlihat antusiasme yang tinggi dari peserta yang hadir. Beberapa pertanyaan yang disampaikan juga menunjukkan tingginya minat investasi dari investor Tiongkok,” ujar Franky dalam keterangan resminya, Jumat (27/11/2015).
Investor yang hadir terdiri dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di berbagai sektor seperti industri pangan, pertambangan, perdagangan, manufaktur, mesin, energi, telekomunikasi, solid waste water plant, industri kemasan, konsultasi, dan industri logam.
Menurut Franky, hal tersebut merupakan potensi baik bagi Indonesia. Pasalnya, saat ini China memiliki potensi investor yang cukup besar dibanding negara lain di dunia.
“Dalam beberapa survei yang muncul, pusat pertumbuhan ekonomi memang mulai bergeser ke Asia Timur. Dari sisi investasi Tiongkok mulai menggeliat menyusul Jepang dan Korsel yang telah mendominasi,” paparnya.
Dirinya menambahkan, sejak pemerintah ingin membuka pintu investasi seluas-luasnya memang sudah menargetkan China sebagai negara prioritas masuknya investor asing. Tercatat dalam periode Januari hingga September 2015, tercatat peningkatan komitmen investasi dari Tiongkok sebesar 46 persen atau senilai US$ 13,9 miliar yang sudah mendapatkan izin prinsip di Indonesia.
"Banyak hal yang bisa dikerjakan bersama, baik sebagai pemerintah maupun sebagai pelaku bisnis, untuk memajukan kesejahteraan kedua negara," pungkasnya.
(okz)

