Anggota DPRD Tanjungpinang Raker Bersama Dinas Kebersihan
TANJUNGPINANG - Melihat belum selesainya pekerjaan proyek taman di tepi laut dan rencana pembangunan gedung gonggong membuat anggota DPRD Tanjungpinang melakukan rapat kerja atau mengunjungi dinas kebersihan untuk menanyai langsung masalah tersebut. Rapat digelar Rabu (2/1) kemarin di kantor dinas.
Rombongan DPRD Tanjungpinang dipimpin As Hady Selayar. Menurutnya, kegiatan tersebut untuk mengetahui sejauh mana progres pembangunan tersebut.
"Ya kita rapat hari ini," katanya.
Perlu diketahui masyarakat seperti yang diberitakan koran lokal sebelumnya, sejak lima tahun terakhir taman ini masih dalam tahap revitalisasi. Pemerintah Kota Tanjungpinang menargetkan tahun 2015 ini proyek tersebut akan rampung. Tapi rencana tinggal rencana, tahun ini Tepi Laut dipastikan belum sepenuhnya rampung.
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tanjungpinang Nomor 1 tahun 2010 tentang pelaksanaan pembangunan enam proyek multiyears dengan total dana Rp 192 miliar dari APBD Kota Tanjungpinang tahun 2010-2012. Kawasan Tepi Laut menjadi salah satu dari enam proyek multiyears tersebut.
Revitalisasi Tepi Laut pun dimulai pada tahun 2011. Pada waktu itu, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelontorkan dana sekitar Rp 4.777.343.943.50 untuk pelebaran kawasan tersebut.Namun, dalam perjalanannya proyek yang pada waktu itu dikerjakan oleh PT Panca Darma Mulya Abadi dengan konsultan pengawas CV Kenen Consultan ini terbengkalai.
Kemudian, pada tahun anggaran 2012, Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali menganggarkan dana sebesar Rp 7,5 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan untuk menyelesaikan pekerjaan penimbunan tanah yang pekerjaannya terbengkalai pada tahun sebelumnya.
Namun, pada waktu itu tidak ada satupun peserta lelang fisik dan pengawas yang memenuhi persyaratan. Alhasil, proyek lanjutan Tepi Laut pun kembali terkendala.
Di tahun berikutnya, ketika masuk masa peralihan jabatan, proyek revitalisasi Tepi Laut sama sekali tidak dilanjutkan. Baru kemudian, di tahun 2014 Pemerintah Kota Tanjungpinang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 M untuk melanjutkan proyek ini. Jenis pekerjaan yang dilakukan berupa pengerjaan lantai, pembuatan peneduh dan jogging track.
Pekerjaan ini pun selesai tanpa ada kendala yang berarti. Kemudian pada tahun anggaran 2015, Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 13 M untuk pekerjaan penyelesaian proyek ini.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Kota, Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DTKPP) Kota Tanjungpinang Almazuar Amal pun menjamin, jika pada tahun 2015 ini proyek yang paling dinanti oleh warga Kota Gurindam itu akan rampung dan sudah dapat dinikmati oleh warga Kota Tanjungpinang.
Namun lagi-lagi masyarakat Kota Tanjungpinang harus menelan ludah. Pasalnya, proyek yang dijanjikan siap tahun ini batal terlaksana.
Masalahnya, Gedung Tourism yang pembangunannya direncanakan akan sejalan dengan pengerjaan landscape Taman Tepi Laut tidak jadi dilakukan pada tahun ini.

