Akhirnya Istana Akui PT DI Bisa Membuat Helikopter Kepresidenan

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 5 Desember 2015 05:51 WIB dengan kategori Teknologi dan sudah 816 kali ditampilkan

Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan, mengagumi kemampuan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam memproduksi sejumlah helikopter dan pesawat. "Saya lihat baik, nanti saya rapat sore dan saya juga akan lapor kepada Presiden apa yang saya lihat," ujar Luhut kepada wartawan usai kunjungan kerjanya di PT DI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/12/2015).

 

 

Luhut pun optimistis PT DI bisa membuat helikopter kepresidenan. Setelah melihat spesifikasi beberapa helikopter, sejumlah helikopter produk PT DI pun layak dan cocok membawa presiden dan tamu VVIP, baik  segi keamanan dan kenyamanan.

"Bagus tadi lihat terutama heli kombatsar tadi dan sudah siap dan itu bisa jadi pesawat presiden dan itu tinggal lakukan penyesuaian," ujar Luhut. Adapun helikopter kombatsar yang dimaksud, yakni EC725.

Namun demikian, kedatangannya tak berkaitan dengan kabar Presiden Jokowi yang batal membeli helikopter Agusta Wetland 101 yang diusulkan TNI AU. Menurutnya, presiden memang memutuskan menggunakan helikopter kepresidenan buatan dalam negeri.

"Tidak membatalkan, tapi disuruh milih apakah kita buatan dalam negeri atau luar negeri. Presiden putuskan pakai dalam negeri," ujar Luhut. Kunjungan Luhut tadi siang memang sengaja untuk melihat proses produksi pesawat maupun helikopter.

Sebab, PT DI memiliki beberapa produk unggulan untuk pesawat bersayap tetap, yaitu CN235, NC-212-100/200, CN295, dan produk terbaru N219. (TRIBUN)