Puluhan Wartawan Demo Polda Riau

Diterbitkan oleh pada Senin, 7 Desember 2015 16:28 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 897 kali ditampilkan

RIAU - Puluhan wartawan dari berbagai media di Riau, yang tergabung dalam wadah PWI, AJI, IJTI, Sowat dan organinsasi kewartawanan lainnya. Senin (7/12/15) pagi, mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

 

 

Puluhan awak media ini mendesak dan menuntut pihak Polda Riau. Agar mengusut tuntas kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum polisi terhadap wartawan, saat meliput kerusuhan kongres HMI di Pekanbaru. 

 

" Kami minta Kapolda Riau, bertindak tegas terhadap anggotanya yang arogan. Karena kasus pemukulan terhadap Zuhdi Ferdianto, reporter Riauonline.com, saat meliput kerusuhan massa kongres HMI di depan Gedung Gelanggang Remaja Pekanbaru sekitar pukul 13.40, Sabtu, 5 Desember 2015, sorak Riyan Anggoro, awak media antara selaku korlap demo.

 

Selain itu, minta Kapolda Riau, mengusut tuntas kasus ini setuntas tuntasnya, dan kami akan mengawal proses hukum atas kasus ini," teriak Riyan lagi.

 

Usai berorasi, Kapolda Riau, Brigjen Pol. Doli Bambang Hermawan didamping. Wakapolda Kombes Pol Joko Hartantol dan Kabis Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, menyambut baik aspirasi yang disampaikan para awak media, dan menggelar mediasi.

 

Dalam pertemuan tersebut, secara pribadi Kapolda Riau minta maaf atas insiden ini.

 

" Secara pribadi saya minta maaf atas tindakan anggota saya," ucap Doli. 

 

Selain itu, Kapolda juga berjanji tetap akan memproses perbuatan anggotanya, yang saat ini sedang dalam proses pihak Propam. 

 

" Kita tindak tegas bagi anggota yang bersalah," tegasnya. 

 

Seperti diketahui sebelumnya Zuhdi Febryanto menjadi bulan-bulanan polisi dari kesatuan Sabhara Polresta Pekanbaru, pada Sabtu (5/12/15) lalu, saat melakukan peliputan Kongres HMI. 

 

Puluhan polisi menggunakan pentungan memukul Zuhdi hingga terluka berat pada bagian kepala hingga korban pingsan.

 

Aksi pemukulan dipicu lantaran polisi keberatan direkam dengan kamera wartawan. Saat itu Zuhdi mencoba menjelaskan bahwa dia seorang jurnalis.***(RTC/har)