Paslon Lingga Fasilitasi Mahasiswa Pulang Kampung

Diterbitkan oleh pada Selasa, 8 Desember 2015 18:05 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.053 kali ditampilkan

LINGGA - Ribuan mahasiswa Kabupaten Lingga, yang melanjutkan perguruan tingginya diluar daerah seperti Tanjung Pinang dan Batam turut ikut meramaikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur Kepri dan Bupati Lingga serentak 9 Desember, Selasa (8/11).


Para mahasiswa tersebut dengan senang hatinya berbondong-bondong pulang ke Lingga karena tak mau ketinggalan untuk menentukan suara dan hak pilihnya dalam pesta demokrasi rakyat.

 

Seperti informasi dilapangan, kepulangan ribuan mahasiswa Kabupaten Lingga tersebut, di akomodir sepenuhnya oleh dua pasangan calon. Yakni pasangan nomor urut 2 dan pasangan nomor urut 4.

 

Informasi yang diterima wartawan elektronik ini, sejumlah ferry di sewa oleh pasangan calon tersebut untuk mengangkut para mahasiswa kembali ke daerah masing-masing seperti Senayang, Pancur, Daik Lingga dan Dabo Singkep.

 

"Hari ini kita pulang semua. Kebetulan gratis dan besok (red Rabu) juga libur nasional," ungkap salah seorang mahasiswa Tanjungpinang yang enggan namanya di publis, Selasa (8/12)

 

Dikatakannya, momentum Pilkada ini juga menjadi kesempatan anak-anak daerah untuk pulang melepas rindu ke kampung halaman. Ongkos transportasi laut yang lumayan mahal, seperti ke Tanjungpinang, perorang harus merogoh kantong Rp 165 ribu dan ke Batam Rp 240 ribu, benar-benar di manfaatkan para mahasiswa untuk pulang kampung sekaligus ikut dalam pilkada 2015 ini.

 

Untuk mengakomodir ribuan mahasiswa tersebut, sejak jauh hari, paslon nomor 2 dan 4 juga telah menyebarkan selebaran kepada mahasiswa untuk mengambil kupon gratis ferry dan mendaftarkan diri dalam program pasangan calon seperti menjadi anggota Garda Terbilang. Sedikitnya satu ferry di siapkan dari Batam dan 4 ferry lainnya seperti Oceana 10, Super Jet 7, Marina Sri Kandi 15, VOC Batavia di sewa pasangan calon untuk mengangkut mahasiswa Lingga ini.

 

Sementara itu, Agussyuriawan, ketua Komisi Pemilihan uUmum (KPU) kabupaten Lingga mengatakan, terkait menfasilitasi mahasiswa yang telah terdaftar sebagai pemilih dan memiliki hak suara seperti mahasiswa di Tanjungpinang dan Batam, hal tersebut sah-sah saja.

 

"Boleh saja, kalau hanya menfasilitasi. Bahkan, pemkab juga boleh ikut menfasilitasi untuk ikut mensukseskan Pilkada 2015 ini. Tapi KPU tidak boleh," tutur Iwan.

 

Sementara itu, perlu diketahui mahasiswa Lingga bukan hanya di Tanjungpinang dan Batam, namun ribuan mahasiswa Lingga yang telah terdaftar sebagai pemilih di Pilkada 2015, juga banyak di Pekanbaru, Bandung dan Yogyakarta.