Dana Belum Cair, Pengerjaan 44 RTLH di Desa Duara Terbengkalai
LINGGA - Pengerjaan 44 buah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) warga nelayan di desa Duara, Kecamatan Lingga Utara terbengkalai. Belum ditransfernya dana Taskin tahap II, untuk RTLH dari provinsi kepulauan Riau (Kepri), membuat bangunan rumah tersebut baru selesai 70 persen saja meski telah masuk di akhir tahun 2015 ini.
Azhar, kepala desa Duara mengatakan, hingga saat ini dari 44 buah rumah tidak layak huni (RTLH), hanya ada satu buah rumah yang selesai dan dapat di tempati warga. Sementara kondisi rumah lainnya yang di rehab, warga terpaksa tinggal di bangunan dapur rumah warga yang masih utuh.
"Baru 70 persen kalau seluruhnya yang selesai. Tapi ada juga 1 rumah warga yang sudah selesai dan di cat. Yang lain, belum ada jendela, daun pintu dan ada yang masih kekurangan papan," ungkapnya.
Belum dicairkannya dana tahap II, dikatakannya membuat pengerjaan RTLH desa Duara mandeg. Kondisi dilapangan, dikatakan Azhar, jendela rumah warga yang mendapat RTLH, terpaksa di tutup dengan triplek.
"43 rumah warga lagi, belum ada jendela. Jadi warga tutup pakai triplek. Kalau disini, tidak ada warga yang terpaksa tinggal dirumah warga karena kondisi ini, mereka tinggal dibangunan dapurnya. Tapi ada juga warga yang menggunakan dana sendiri untuk menyelesaikan rumah," tambahnya.
Disampaikan Azhar, pencairan dana RTLH tahap 1, setiap warga penerima RTLH baru mendapat 70 persen pencairan. Yakni, Rp 12.600.000 ribu. Sedangkan sisanya yang masih 30 persen di tahap II, senilai Rp 5.400.000 ribu. Sementara untuk SPJ, disampaikannya telah selesai dan di serahkan. Azhar juga mengatakan, beberapa kali warga datang bertanya kepadanya, namun pihak desa tidak dapat menjawab secara pasti.
"SPJ sudah masuk semua. Warga ada yang bertanya, tapi kita juga masih menunggu. Kita berharap, pemimpin terpilih dalam Pilkada ini, dapat mempercepat pencairan dana RTLH tahap II yang sangat di tunggu-tunggu masyarakat," tutupnya.

