Pique Bully Abis-abisan Real Madrid

Diterbitkan oleh pada Rabu, 16 Desember 2015 09:29 WIB dengan kategori Olah Raga dan sudah 3.104 kali ditampilkan

Pemain Barcelona, Gerard Pique, kembali berulah. Kali ini korbannya adalah Alvaro Arbeloa. Pique menyebut pemain bertahan Real Madrid itu mirip "Si Cone".


"Arbeloa Si Cone terus-terusan mengaku teman saya, padahal dia tidak lebih dari sekadar kenalan saja," kata Pique beberapa saat setelah Real Madrid ditekuk Villarreal, Ahad lalu.

Tak jelas apa yang dimaksud Pique dengan Si Cone. Namun kata tersebut jelas dimaksudkan sebagai celaan karena keduanya sedang tak akur.

Perang kata-kata ini bermula ketika Real Madrid memainkan pemain ilegal, Denis Chersyev, saat melawan Cadiz di leg pertama babak 32 besar Copa del Rey pada 2 Desember.

Insiden ini membuat klub berjuluk Los Blancos tersebut didiskualifikasi. Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan banyak ejekan, salah satunya dari Pique.

Pique mengejek ketidakprofesionalan Real Madrid ini di akun twitternya dengan memposting deretan icon bergambar deretan wajah yang sedang tertawa.

Ejekan Pique ini membuat panas Arbeloa. Bek Real Madrid ini lalu membalas ejekan tersebut. "Saya akan senang jika suatu hari melihat tema saya ini tampil di acara komedi televisi," kata Arbeloa.

Ucapan Arbeloa inilah yang membuat Pique menyebut Arbeloa dengan sebutan 'Si Cone". Pique juga mengatakan Arbeloa bukanlah temannya seperti yang diklaim arbeloa.

Arbeloa belum membalas komentar lanjutan Pique ini. Namun temannya di Real Madrid, Sergio Ramos, mengingatkan Pique untuk mencontoh Puyol dan Xavi Hernandez --pemain legendaris Barcelona.

"Pique harus menunjukkan rasa hormat kepada sesama pemain. Sebab, kurangnya rasa hormat bisa menciptakan situasi yang buruk. Dia harus membersihkan diri dari kebodohan," kata Ramos.

Pique bukan kali ini membuat para pemain Real Madrid marah. Juli lalu, di malam perayaan treble winners, Pique tampil ke panggung dan menyindir bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

"Terima kasih kepada pelatih, fisioterapis, tim medis, dan fans Barca. Saya juga berterima kasih kepada Kevin Roldan, semuanya berawal dari kamu," kata Pique seperti dikutip AS.

Kevin Roldan adalah penyanyi Kolombia yang diundang ke pesta ulang tahun ke-30 Cristiano Ronaldo pada Januari lalu. Usai pesta, Kevin kemudian mengunggah foto-foto ultah tersebut.

Di luar dugaan, foto-foto itu mendapat reaksi negatif dari pendukung Real Madrid. Sebab, pesta ulang tahun itu digelar Ronaldo hanya beberapa jam setelah Real Madrid ditekuk Atletico Madrid dengan skor 0-4.

Sebulan setelah menyindir Ronaldo, Pique bersama Barcelona sukses meraih trofi Piala Super Eropa. Saat itu Pique berkata, "Ayo teman-teman kira rayakan kemenangan ini. Biar Real Madrid melihatnya."

Real Madrid memang seteru utama Barcelona. Namun tidak ada yang kebenciannya kepada Real Madrid melebihi Pique. "Sepertinya Pique sudah begitu terobsesi kepada kami," kata Arbeloa.

Cristiano Ronaldo, meski menjadi salah satu korban keganasan mulut Pique, tetap kalem. "Pique cuma cemburu kepada Real Madrid," katanya. "Dia hanya mencari perhatian media."

Pique tak menampik jika dirinya disebut pembenci Real Madrid. Sebab, kata suami penyanyi Shakira ini, memang begitulah seharusnya. "Saya selalu berharap Real Madrid bernasib buruk," kata Pique.

Tak begitu jelas apa yang membuat Pique begitu membenci Los Blancos. Kemungkinan besar, karena sikap para pendukung Real Madrid yang tak pernah ramah kepadanya.

Dalam duel El Clasico yang berlangsung di Santiago Bernabeu pada 22 November lalu, misalnya, Pique disoraki sejak pertamakali menyentuh bola. Untungnya, dalam laga tersebut Barcelona menang besar dengan skor 4-0.

Pemain gelandang Barcelona, Andres Iniesta, mendapat tepuk tangan meriah dari para pendukung Real Madrid. Namun tak seorang pun memberikan tepuk tangan untuk Pique, meskipun malam itu ia tampil sangat bagus.

Maklum, Pique adalah kompor yang selalu membuat telinga para pemain Real Madrid panas. Namun Eric Abidal punya penilaian yang berbeda tentang Pique.

Bekas pemain bek Barcelona ini menganggap semua ocehan Pique tentang Real Madrid tak lebih dari guyonan semata. Karena itu ia meminta para pemain Real Madrid tak memasukkanya ke dalam hati.

"Apa saja yang keluar dari mulutnya adalah candaan. Harus selalu dilihat seperti itu. Saya bisa mengatakan ini karena saya tahu persis tentang Pique dan sangat menghormatinya," kata Abidal. "Sayangnya kebanyakan orang terlalu serius."