Muhammadiyah Siap Godok Sektor Ekonomi Indonesia

Diterbitkan oleh pada Ahad, 20 Desember 2015 17:13 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 946 kali ditampilkan

Setelah berhasil mengembangkan potensi pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah akan berekspansi ke bidang ekonomi dan bisnis. Saat ini jaringan pebisnis Muhammadiyah pun sedang dikumpulkan.

 

Ketua Muhammadiyah bidang Ekonomi Anwar Abbas mengatakan, Muhammadiyah sudah berhasil mengembangkan sektor pendidikan dan kesehatan. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan ratusan rumah sakit. Kini Muhamadiyah sedang menggodok sektor ekonomi dan bisnis yang akan mulai dikembangkan tahun depan.

 

"Kita mau menyongsong program lima tahun ke depan. Kita ingin pilar ketiga yakni ekonomi dan bisnis berkembang tahun depan," katanya pada Musyawarah Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah DKI Jakarta di Kampus Uhamka Pasar Rebo, Jakarta, Minggu (20/12).

 

Anwar menjelaskan, Muhammadiyah ingin mengembangkan sektor bisnis karena kegiataan dakwah memerlukan dana yang tidak sedikit. Memang sudah ada sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit namun kedua sektor ini bersifat nirlaba sehingga belum mampu menunjang kegiatan dakwah tersebut. Oleh karena itu, sumber dana ketiga yang akan dikembangkan bisa disektor perkebunan, pertanian dan juga pertambangan.

 

Pihaknya juga akan membangun Muhammadiyah Business Tower yang menjadi penanda keseriusan Muhammadiyah dalam menggerakkan perekonomian.

 

Dia menjelaskan, bentuk perusahaannya nanti bisa berupa PT atau koperasi. Bentuk pengelolaanya bisa saja 100 persen Muhammadiyah yang mengelola saham mayoritasnya. Namun bisa saja berubah menjadi saham minoritas namun pihaknya akan meminta komitmen perusahaan untuk mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah. Bentuk usaha yang sudah dijalankan oleh pengurus atau warga Muhammadiyah pun bisa dikembangkan lagi agar berkembang menjadi usaha yang lebih besar lagi.

 

Anwar mengatakan, bisnis dan ekonomi ini digarap bukan karena memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) namun umat Islam harus diajak mengelola ekonomi bisnis. Sebab selama ini titik lemah umat Islam adalah kurang perhatiannya kepada sektor ekonomi bisnis ini. Dia yakin, dalam 15-20 tahun kedepan hasil dr sektor strategis ini akan terlihat untuk kemajuan umat muslim itu sendir. "Pak Wapres (JK) pernah bilang bila ada 100 orang miskin itu ada 90 umat Islam yang miskin dan 10 itu non muslim," tambahnya.

 


(okz)