Data Warga Miskin Penerima Kartu Sakti di Kelurahan Daik Tak Singkron.

Diterbitkan oleh pada Rabu, 23 Desember 2015 12:43 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 806 kali ditampilkan

LINGGA - Pendataan warga miskin di Kelurahaan Daik, Kecamatan Lingga untuk penerima kartu sakti, atau kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Kementrian Sosial tidak singkron. Pasalnya diketahui kategori warga miskin yang berhak menerima kartu tersebut menggunakan data tahun 2011, banyak ditemukan penerima yang sudah meninggal dan tidak lagi bedomisili di Daik Lingga.


Said Asy'ari, Lurah Daik dalam pertemuan dengan ketua RT sekelurahan Daik mengatakan, program pusat tersebut untuk kelurahan Daik mendapat 129 kartu KIS dan dua kartu lainnya yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Namun, karena dalam data yang digunakan adalah data 2011, ketua RT sekelurahan Daik sempat menolak, sebab data yang ada tidak sesuai dengan data dilapangan pada tahun 2015.

 

"Datanya berdasarkan data pusat. Kita bingung kalau harus membagikan, kalau nanti warga bertanya kepada kita. Apa yang mau kita jawab," ungkap salah seorang RT, Said Mul di kelurahan Daik.

 

Menurutnya, karena data yang sudah tidak sesuai tersebut, jika dibagikan kepada warga, tentu akan menimbulkan pertanyaan dan kecumburuan sosial di tengah-tengah masyarakat. Ia berharap, data tersebut dapat dipulihkan kembali sehingga sesuai dengan data tahun 2015.

 

Sementara itu, Said Asy'ari menambahkan dalam pertemuan tersebut juga mengakui setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, jika data yang digunakan adalah data 2011. Hal tersebut, juga telah ia pertanyakan kepada BPS kabupaten Lingga. Namun, dari informasi yang ia dapatkan, data yang digunakan adalah dana pusat, sementara BPS belum mengeluarkan data terbaru.

 

" Kartu KIS nya, kemarin sudah sampai ke keluarahan dari Batam. Besok atau lusa, akan kita bagikan. Kita mengikuti arahan dari pusat. Untuk penerima yang namanya tercantum namun sudah meninggal dunia atau tidak berdomisili di Daik lagi, akan di kembalikan ke BPJS," tambahnya.

 

Namun, begitu, ia berharap, pemutahiran data segera dilakukan, sehingga warga yang memang berhak mendapatkan kartu sati tersebut sesuai dengan di lapangan.

 

"Bagusnya, 2016 data BPS dan Kemensos sejalan. Jadi sesuai. Ini perlu pemutakhiran data. BPS Lingga, tahun depan juga kita harapkan dapat memberikan data realnya, sehingga sesuai dengan di lapangan," tutupnya.