Jadi Target Teroris, Pengawal Kapolri-Wakapolri Ditambah

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 26 Desember 2015 07:47 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 2.989 kali ditampilkan

Polri tak mau ambil risiko terhadap keselamatan para petingginya. Setelah beberapa kali diancam oleh pelaku teror untuk dijadikan sasaran, kini korps baju coklat itu meningkatkan pengamanannya.

 

Tak hanya dengan meningkatkan pengamanan di seputaran markas-markas polisi seperti Mabes Polri tapi peningkatan pengamanan juga diberikan kepada rangkaian rombongan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG).

 

Kini, ke mana pun Kapolri dan Wakapolri pergi dengan mobil dinasnya, mereka dikawal oleh pengawal pribadi yang menunggang sepeda motor merek Triumph Tiger Explorer XC. Satu motor ditumpangi dua orang.

 

Untuk Badrodin mendapat pengawalan dua tim (jadi empat orang) dan untuk BG dikawal satu tim. Mereka mengenakan stelan hitam-hitam dengan alat komunikasi, senjata api jenis Glock, dan senapan serbu jenis MP5.

 

Menurut sebuah situs harga jual Tiger Explorer sekitar Rp 525 juta untuk off the road. Harga motor asal Inggris tersebut masih akan ditambahkan pajak dan biaya balik nama dengan estimasi 15 persen untuk bisa mengaspal di Indonesia.

 

"Perintahnya kami memberikan pengawalan ke mana pun pimpinan pergi," kata seorang dari merekaketika mengawal Badrodin dan BG saat hadir di Mapolda Metro Jaya Rabu (23/12) lalu. Pengawal berasal dari Sat Gegana Korps Brimob Kelapa Dua.

Hal yang sama dibenarkan oleh Kor Spri Kapolri Kombes Dadang Hartanto yang mengatakan jika peningkatan pengamanan ini adalah wujud kehati-hatian. Selama ini memang Badrodin dan BG tidak mendapat pengawalan kecuali didampingi Spri, ajudan, dan driver.

"Lebih baik kita berhati-hati dan waspada," kata Dadan.

Salah satu kelompok teroris yang meneror Badrodin adalah kelompok Abu Muzab alias Arif Hidayatullah, 31, yang ditangkap Densus 88/Antiteror di Bekasi Rabu (23/12) kemarin

Target yang dipilih kelompok yang terpengaruh ISIS ini adalah Badrodin, mantan Kadensus 88/Antiteror Komjen (pur) Gories Mere, Kepala Bidang Intelejen Densus 88 Kombes Ibnu Suhendra, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian.

Lalu juga Kapolda Jawa Tengah Irjen Nur Ali, tempat ibadah Syiah, orang asing, dan tempat berkumpulnya orang asing.