Sinyal Timbul Tenggelam, Sejumlah Desa di Lingga (Masih) Kesulitan Berkomunikasi Lewat HP

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 26 Desember 2015 17:39 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.105 kali ditampilkan

LINGGA - Jika sebagian besar masyarakat sudah lama menikmati kemajuan teknologi seperti berkomunikasi lewat jaringan seluler Hand phone (Hp) dan mengakses internet, namun hal tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh sejumlah warga yang tinggal di beberapa wilayah Kabupaten Lingga diantaranya Desa batu belubang, Desa Pekajang, Desa Mentuda, Desa Penaah, Desa bakong, Desa Teluk dan beberapa desa lainnya.

 

Betapa tidak, untuk berkomunikasi lewat handphone, warga harus mencari titik tertentu yang ada sinyal seluler. Itupun  ketika berkomunikasi acap kali putus disebabakan jaringan yang timbul tenggelam. Bahkan tak jarang handphone harus digantung di lokasi yang memiliki sinyal, agar ketika dihubungi atau menghubungi saudara atau kerabat tidak sulit.

 

“Untuk berkomunikasi lewat handphone di Desa kami saat ini, masih sulit, karena harus mencari lokasi yang ada sinyal. Dan jika dipindah ke lokasi lain, sinyal akan hilang. Sebab itu, jika ada yang menghubungi saya, kemudian tidak di respon itu berarti saya sedang di luar rumah,” ujar Amer, warga Desa Teluk, Kecamatan Lingga utara, kepada Terkininews belum lama ini.

 

Hal yang sama juga dialami, warga Desa Batu Belubang dan Desa Pekajang, yang mengaku sangat kesulitan berkomunikasi dengan dunia luar atau saudara-saudara dan keluarga yang tinggal di luar daerah atau mengakses internet seperti yang sudah lama dirasakan oleh warga lain.

 

“Padahal komunikasi lewat seluler dan mengakses internet penting untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan dunia. Selain itu hal tersebut dapat menunjang ekonomi masyarakat. Dan sulitnya berkomunikasi lewat seluler memberi kesan daerah kami terisolir, ” kata Rajab warga Desa Pekajang.

 

Pun demikian, baik Amer di desa Teluk dan Rajab di Desa Pekajang, berharap pemerintah Kabupaten Lingga untuk dapat mengaktifkan, memfasilitasi atau meminta infestor jasa telekomunikasi untuk membangun tower di daerah mereka.

 

“Apalagi komunikasi lewat handphone sudah menjadi kebutuhan sekunder dan sangat penting untuk menunjang aktifitas masyarakat saat ini,” tukas keduanya terpisah.