Bupati Karimun Resmikan Gedung Baru RSBT

Diterbitkan oleh pada Rabu, 30 Desember 2015 11:20 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.925 kali ditampilkan

KARIMUN - Bupati Karimun Aunur Rafiq meresmikan gedung utama RSBT di Kecamatan Tebing, Selasa (29/12). Peresmian gedung utama tersebut juga dihadiri Dirut PT Tambang Timah TBK Sukrisno dan juga PT RSBT Karimun Yenita Sari.

 

Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karimun dapat mengadopsi sistim dan tata cara pelayanan yang dilakukan di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT). Hal itu mengingat masyarakat kini lebih populer dengan pelayanan kesehatan milik PT Timah tersebut.
 
"Sebetulnya dari fasilitas dan kemampuan medis yang ada kita tidak kalah, hanya saja kita kalah pada pelayanan. Seharusnya ketika pasien keluar dari ambulan saat tiba di RSUD langsung disambut dengan senyum. Bukan malah dicemberuti, sudah begitu fasilitas lain seperti kursi roda terkadang tidak ada. Jadi dari awal pasien pun tidak punya semangat untuk sembuh. Makanya saya katakan adopsi pelayanan RSBT untuk 
diterapkan di RSUD," ucap Aunur Rafiq
 
Direktur PT RSBT, Yenita Sari menambahkan setelah selesai gedung utama RSBT tersebut dikerjakan untuk tahap awal yang baru satu lantai itu, memiliki sembilan ruang rawat inap dan satu ruang bermain anak. Kedepan rumah sakit tersebut akan dibangun tiga lantai secara bertahap.
 
"Kami berharap pembangunan selanjutnya akan segera dilaksanakan dan segera rampung," ungkapnya.
 
Sementara itu, Dirut PT Tambang Timah TBK, Sukrisno mengatakan, sasaran utama RSBT adalah medical check up dan seluruh rumah sakit saat ini tengah mengembangkan pelayanan tersebut. Sehingga ini menjadi bisnis utama dari RSBT.
 
"Kalau kita utamakan untuk orang sakit kan kasihan, jadi misi kita adalah berbisnis untuk medical check up. Tapi bukan berarti kita menomor duakan pasien tidak begitu, ini bicara bisnis, kalau pelayanan tetap harus dinomor satukan pasien," katanya.
 
Misi dalam bisnis medical check up tersebut menurut Sukrisno karena melihat fenomena saat ini banyak pasien yang harus berngkat keluar negeri hanya untuk mendapatkan pelayanan tersebut. Padahal itu merupakan potensi yang perlu direbut dan RSBT harus mampu mengambil peluang itu.