Tugu Katulistiwa Lingga Tidak Terawat
LINGGA - Sejak dibangun lima tahun lalu oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, kondisi Tugu Katulistiwa yang berada di Tanjung Teludas, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga terbengkalai tak terawat. Pasalnya Tugu yang menandakan titik nol bumi itu, kini ditutupi semak belukar, lantai keramik yang retak, dan rumput yang mulai tumbuh di sekitar lantai bangunan tugu. Bahkan beberapa logo Kabupaten Lingga yang mengelilingi tugu tersebut telah lepas jatuh kebawah.
Tugu yang sempat menjadi alasan untuk mengusulkan sebagai satu dari tiga titik wilayah labuh jangkar Sail Karimata di tahun 2016 mendatang itu, sangat minim perhatian dan sedikitpun belum pernah direnofasi oleh pihak pemerintah setempat.
Pemerintah setempat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lingga pun juga telah menarik sejumlah petugas penjaga objek wisata tersebut, karena alasan tidak sanggup membiayai gaji para petugas honorernya
Ari, salah seorang wisatawan yang mengunjungi tempat itu mengatakan, tugu katulistiwa di Kabupaten Lingga tidak terawat dengan baik.
Menurut Ari, keistimewaan katulistiwa yang tak banyak dimiliki daerah lain, patutnya menjadi kebanggaan dan dipelihara dengan baik oleh pemerintah.
"Sayang, tempatnya tak terawat," tuturnya Rabu (30/12).
Sementara itu, Hamid, salah seorang pemilik transportasi laut yang melayani objek wisata tugu Katulistiwa mengatakan, sejak 4 bulan terakhir objek wisata tersebut ditinggalkan penjaganya.
"Sudah 4 bulan tidak dijaga. Katanya pemerintah tak sanggup menggaji," ungkap Hamid.
Sebelumnya, dia menjelaskan, ketika penjaga tugu tersebut masih dipekerjakan, lokasi pariwisata itu selalu dibersihkan.
Untuk minat wisata sendiri, ungkap Hamid, masih cukup diminati wisatawan, baik lokal maupun wisatawan mancanegara (wisaman).
"Tiga hari lalu saya juga bawa wisatawan lokal mengunjungi tempat ini. Mereka ada 9 orang. Bagi wisatawan yang ke Daik Lingga tapi turunnya di pelabuhan desa Tanjung Kelit, pasti menyempatkan berwisata kemari," katanya
Hamid juga menyebutkan, seminggu sebelumnya ada tim yang ia pandu untuk membuka akses darat dari pelabuhan Sungai Tenam menuju Tanjung Teludas.
"Mungkin dari PU Lingga. Saya kurang tau pasti, tapi kalau jalannya di buka, objek ini pastilah menjadi semakin ramai. Apalagi kalau pelabuhannya sudah aktif jadi pelabuhan domestik," tutupnya.
Dia berharap, pemerintah di tahun anggaran kedepan dapat kembali memperhatikan objek wisata tugu katulistiwa di Tanjung Teludas tersebut.

