Ekonomi Nasional Gagal Raih Target 5 Persen
Tahun 2015 merupakan catatan hitam bagi pemerintahan Joko Widodo. Pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2011. Bahkan di tahun 2015 untuk pertama kalinya gagal tumbuh di atas lima persen.
Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, tantangan besar yang ada di depan mata saat ini adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN.
"Jika pemerintah tidak dapat menempatkan kebijakan-kebijakan yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, maka dipastikan Indonesia hanya akan jadi negara pasar bagi negara-negara lain, dan tidak akan mampu bersaing," tegas Jajat di Jakarta, Senin (4/1).
Jajat menilai, secara keseluruhan pada tahun 2015 pemerintahan Jokowi-JK telah gagal mengelola perekonomian nasional secara baik. Salah satu indikator yang dapat dilihat adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok yang menyebabkan daya beli masyarakat rendah. Diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 berkisar 4,7 persen.
"Pada era pemerintahan SBY bisa mencapai 6,5 persen pada tahun 2011, sebaliknya di era Jokowi saat ini jangankan mewujudkan target pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen mempertahankan pertumbuhan hingga lima persen saja sudah gagal," kritiknya.
"Saya kira sebaiknya presiden mulai instropeksi kalau menargetkan sesuatu itu harus yang realistis jangan mengawang-awang terus seperti kemarin-kemarin," tutup Jajat.[RMOL/wid]

