Jamkesda Nunggak Rp 2 Milliar

Diterbitkan oleh pada Kamis, 7 Januari 2016 19:10 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 981 kali ditampilkan

LINGGA - Layanan kesehatan masyarakat pengguna kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di sejumlah rumah sakit umum maupun daerah yang tersebar di Kabupaten Lingga, diperkirakan akan mengalami hambatan, lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga masih menunggak dana kesehatan yang diperuntukkan bagi warga tak mampu itu.

 

Penunggakan tersebut dikarenakan macetnya transfer dana sharing pengentasan kemiskinan (Taskin) dari Provinsi Kepri. "Kita mendapat masalah penunggakan tagihan Jamkesda karena macetnya dana taskin dari provinsi," kata Ignatius Lutti Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Lingga kepada Terkininews, Rabu (6/1).

Dia menjelaskan, sepanjang tahun 2015, Kabupaten Lingga telah menyerap Jamkesda sebesar Rp 3,9 Miliar. Sebagian dari jumlah itu, sudah dibayarkan daerah sebesar Rp 1,9 Miliar. Masih tersisa tagihannya sekitar Rp 2 Miliar yang harus dibayarkan pemerintah daerah kepada sejumlah rumah sakit luar daerah.

"Jamkesda ini dibayarkan melalui dana taskin sharing dari provinsi yang nilainya Rp 8 Miliar. Tapi daerah kita hanya menggunakan 3,9 Miliar saja. Sebagian sudah kita bayarkan, dan tersisa Rp 2.043.000.000,- yang belum di bayarkan," terangnya.

Akibat penunggakan pembayaran ke sejumlah rumah sakit luar daerah tersebut, Lutti mengatakan, berdampak pada hubungan kerjasama dengan sejumlah rumah sakit tersebut. "Kerjasama dengan rumah sakit ini akan terputus," ungkapnya.

Adapan sejumlah rumah sakit yang terikat kerjasama dengan Pemkab Lingga yakni, RS Embung Fatimah, RS Otorita Batam, RS Tanjungpinang Kota, RS Provinsi, RS Sungai Liat Belinyu dan beberapa RS lainnya.

"Semua tagihan dari RS itu sudah sampai ke pihak kita," tutupnya.