Teguran Terhadap Akbar Tandjung Dianggap Berlebihan

Diterbitkan oleh pada Jumat, 8 Januari 2016 06:33 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 828 kali ditampilkan

Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Indra Bambang Utoyo mengemukakan teguran terhadap Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Akbar Tandjung (AT) adalah berlebihan. Teguran yang dilakukan segelintir pengurus hasil Munas Bali adalah tindakan salah berpikir. "Harusnya didengar dan dilihat dulu apa masukan dan sarannya itu," kata Indra usai menemui AT di AT Institut, Kamis (7/1).


Menurutnya, AT memiliki jasa yang tidak sedikit dalam mempertahankan eksistensi dan kebesaran Partai Golkar.
Etikanya jangan orang yang sudah berjasa dikonflikkan. Harusnya di hormati dan didengar masukan-masukannya. "Gimana partai mau maju kalau dikonflikkan terus," tegasnya.

 

Indra mengaku heran dan terkejut atas pernyataan Wakil Ketua Umum hasil Munas Bali Nurdin Halid yang menunjukkan sikap yang cukup emosi terhadap AT. Padahal AT memberikan saran untuk penyelesaian konflik Golkar berupa penyelenggaraan Munas.

 

"Kami tidak mengerti apa yang membuat saudara Nurdin marah pada Akbar Tandjung. Saya sayangkan kenapa reaksinya agak emosional. Baiknya terima dulu masukan Wantim dan dibahas di internal dulu," tuturnya.

 

Sementara Ketua DPP Partai Golkar Riau bidang kaderisasi, Ahmad Hafis Zawawi meminta para senior dan pini sepuh Partai Golkar turun tangan membentuk wadah penyelamatan. Hal itu terutama agar bisa menggelar Munas ulang.

 

"Apakah itu nanti kami minta bentuk presidium penyelamatan PG dengan tugas menyelenggarakan Munas. Semua harus terlibat di dalamnya tidak ada lagi Bali dan Jakarta," tegasnya.

 

Dia menegaskan pemimpin Golkar sekarang tidak bisa selesaikan konflik yang ada. Partai dikelola hanya mementingkan kelompok golongan. Pimpinan partai dianggap tidak mau membuka diri terhadap saran dan masukan untuk menyelesaikan konflik Golkar selama ini.

 

sumber