Limbah Sagu di Lingga Belum Termanfaatkan

Diterbitkan oleh pada Selasa, 12 Januari 2016 05:26 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.657 kali ditampilkan

LINGGA - Keberadaan limbah, terutama limbah industri sagu di Kabupaten Lingga menjadi sebuah persoalan sejak dulu hingga kini. Banyak dari limbah industri sagu tersebut terbuang begitu saja sehingga menyebabkan lingkungan disekitar tercemar. Namun jika dikelola dengan baik, maka limbah tersebut bisa berguna dan diolah menjadi pupuk.

 

Kamarul Zaman, putra daerah yang juga aktif di bidang kemasyarakatan mengungkapkan hal tersebut, sejauh ini memang limbah industri sagu seperti serampin, belum begitu termanfaatkan secara baik di daerah ini. Padahal, peluang untuk diolah menjadi kompos sangat potensial.

 

"Kita mensurvey dalam satu desa penghasil sagu di Lingga ini, menghasilkan sedikitnya 500 Kg limbah serampin per hari. Sedangkan desa yang mengolah sagu ada sekitar 10 desa. Kalau di totalkan satu hari bisa mencapai 5 ton serampin," kata Kamarul, Senin (11/1).

 

Dengan bahan baku 5 ton perhari, Kamarul mengatakan jika diolah menjadi kompos, akan mampu memenuhi kebutuhan pupuk guna menunjang rencana pemerintah menggalakkan sektor pertanian di Lingga.

 

"Kita tidak harus mengadakan pupuk dari daerah lain, untuk memenuhi kebutuhan pertanian di daerah kita ke depan. Saat ini kita sedang membuat kelompok menuju hal ini," ungkapnya.

 

Dijelaskan Kamarul, dirinya sedang mengumpulkan anggota untuk membentuk kelompok kerja guna melirik sektor pengolahan limbah produksi sagu tersebut menjadi kompos.

"Akan lebih baik jika diolah, dari pada limbahnya menumpuk dan akhirnya menyumbat aliran sungai," tutupnya.