SDA dan SDM Yang Tidak Seimbang

Diterbitkan oleh pada Selasa, 12 Januari 2016 19:28 WIB dengan kategori Opini dan sudah 21.971 kali ditampilkan

Mungkin timbul banyak pertanyaan mengapa dan bagaimana indonesia yang memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah ini namun tidak sedikit pula terdapat masyarakat kita yang masih hidup di level ekonomi menengah ke bawah dan tidam mampu.

 


 

Indonesia termasuk negara yang jumlah penduduknya terbanyak di dunia dengan jumlah penduduk dua ratus juta lebih jiwa. Selain itu indonesia juga memiliki beragam Sumber Daya Alam yang melimpah, baik itu di darat maupun di laut. Di sektor pertambangan indonesia adalah negera penghasil emas terbesar di dunia yang terdapat di Papau dan di olah langsung oleh PT. Freeport, selain emas Indonesia juga memiliki berbagai hasil tambang yang melimpah seperti perak, tembaga, minyak bumi dan bahkan baru-baru ini di temui bahwa di Papua telah di temukan hasil tambang yang langka yaitu Uranium yang mana tambang ini sangat berguna untuk bahan industri nuklir.

 

Mengingat pada jaman dahulu Bangsa Eropa menjajah Indonesia karena kekayaan rempah-rempahnya. Indonesia merupakan sebuah negara agraris dan sejarah itu telah menandakan bahwa Indonesia termasuk negara dengan kekayaan rempah-rempah terbesar di dunia.  Contoh hasil kekayaan di sektor agraria misalnya terdapat beras, bawang, jagung, tomat, gandum dan rempah-rempah lainnya yang tidak terhitung jumlahnya. Indonesia juga kaya akan hasil kelautan dan peternakan yaitu ikan yang melimpah, garam, rumput laut yang berkualitas, sapi, kerbau, unggas dan berbagai sumber alam hayati dan non hayati yang melimpah lainnya.

Nah, dari pernyataan di atas jelaslah bahwa negeri ini bagaikan surga dunia yang kaya akan Sumber Daya Alamnya baik sumber daya hayati maupun non hayati. Apasih yang tidak ada di negeri ini, semua ada semua tersedia, jika di bandingkan dengan negara lain Indonesia layak mendapat sebutan negara paling kaya di dunia dengan SDA yang komplit. Namun pertanyaan nya adalah mengapa Indonesia dengan kekayaan yang melimpah ruah ini masih banyak terdapat masyarakat ekonomi menengah ke bawah atau tidak mampu ?

 

 

 

 

Banyak persepsi tentang mengapa negara ini begitu lambat untuk menjadi sebuah negara maju padahal negara ini di kenal dengan kekayaan alamnya. Ada yang mengatakan bahwa negara ini kebanyakan hanya tau mengekspor bahan mentah saja dan tidak mau mengolah sendiri bahan mentah tersebut menjadi bahan jadi, itu artinya jika kita yang mengolah sendiri lalu bahan jadi tersebut di ekspor maka harga jualnya lebih tinggi ketimbang mengekspor bahan mentah. Ada pula yang berpendapat kalau pengelolaan SDA kita sangatlah bertele-tele alias lamban serta di pengaruhi oleh sistem administrasi kita yang ribet belum lagi ada hambatan tertentu yang menjadi penghalang bergerak nya suatu pengelolaan. Selain itu masalah korupsi juga menjadi masalah besar pada bangsa ini di mana indonesia menempati posisi ke empat (4) dunia sebagai negara dengan kasus korupsi terbesar.

 

Apapun pandangan orang-orang terhadap kebijakan pemerintah terkait pengelolaan Sumber Daya Alam, kita harus tau bahwa manusia itu memiliki Sumber Daya Manusia ( SDM ), dan sumber daya manusia tersebut di gunakan dengan sebaik-baik mungkin, agar dapat bermanfaat bagi orang-orang banyak. Oleh karena itu, agar  Sumber Daya Alam dapat di olah dengan baik serta manfaatnya dapat di rasakan oleh masyarakat luas sudah seharus nya sumber daya manusia (SDM) kita imbangi dengan sumber daya alam (SDA) yang ada. Sejauh ini sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia  belum begitu menunjukkan  keseimbangan. Artinya dengan kekayaan alam yang kita miliki, kita sendiri belum mampu mengelola kekayaan alam tersebut. Padahal kekayaan alam kita melimpah dan membutuhkan sumber daya manusia yang mencukupi.

 

Akhirnya dari ketidakseimbangan ini, yang terjadi adalah kita hanya bisa menonton ketika para penanam modal atau investor-investor asing mengeksploitasi kekayaan alam kita. Hal ini dapat kita lihat ketidakseimbangan antara ekspor dan impor, yang mana impor lebih besar di bandingkan dengan ekspor atau dengan kata lain menjual bahan mentah lebih banyak ketimbang menjual bahan jadi (produk dalam negeri) dan membeli barang jadi lebih besar dari pada membeli bahan mentah untuk di kelola menjadi barang jadi. Hal lain misalnya saat ini PT. Freeport kepunyaan negara Amerika Serikat mengeruk emas di Papua, yang lebih mirisnya Indonesia hanya memperoleh 1% dari PT. Freeport padahal emas itu kan punya Indonesia dan kita lihat masyarakat papua sampai hari ini belum juga tersejahterakan oleh emas nya sendiri, sungguh menyedihkan sekali.

 

Jika investor luar yang mengelola kekayaan alam kita dampak negatif nya lebih besar dari pada dampak positif nya. Beberapa bulan yang lalu terjadi kebakaran hutan di berbagai kota di Indonesia dan menyebabkan kabut asap yang sangat parah sehingga berpengaruh pada kesehatan masyarakat yang terkena dampak asap yang menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) serta korban jiwa. Perlu kita ketahui dan garis bawahi bahwa sebagian besar inisiator pembakaran hutan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia adalah para investor asing. Dengan cara membakar hutan mereka bisa membuka lahan baru untuk membesarkan usaha mereka.

 

Di sini jelas lah bahwa peran kita sangat di butuhkan untuk mencegah ini semua agar tidak terulang berkali-kali kejadian seperti ini. Kita di tuntut harus bisa mengembangkan sumber daya manusia kita agar mampu bersaing dengan negara lain supaya kita bisa mengelola sember daya alam kita ke arah yang lebih baik demi mensejahterakan dan memajukan bangsa ini.

 

Sumber daya manusia sendiri adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang berada di dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis, sosial maupun ekonomi nya yang dapat di manfaatkan untuk keperluan pembangunan. Jika sumber daya manusia kita tidak bisa kita bangun maka mau jadi apa negara ini, sementara kekayaan alam nya terus di keruk dan di gerogoti bangsa asing, apakah kita mau kembali di jajah seperti yang terjadi di masa lalu ? apakah kita rela menjadi babu di rumah sendiri?. Lantas bagaimana sikap yang harus kita lakukan untuk membangun sumber daya manusia kita ? Di mulai dari diri kita sendiri yaitu belajar dengan tekun, berlatih, memantapkan keterampilan yang kita miliki, bekerja sama dengan orang lain, saling berbagi ilmu pengetahuan, saling menghormati dan menghargai satu sama lain, tidak bersifat apatis, menjaga etika dan estetika, menjadi orang yang kreatif, menjauhi perbuatan yang tercela, menjaga kesehatan baik jasmani dan rohani, serta selalu berinovasi karena dengan inovasi kita selalu menciptakan hal-hal yang baru.

 

Maka dari itu mulailah dari sekarang kita bangun dan bangkit dari keterpurukan kita asah terus kemampuan dan potensi diri kita agar kita bisa menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selagi kita mau berbuat dan bertindak nyata.