Entah Buaya Entah Katak Penguasa yang Menjanjikan Kesejahteraan Rakyat
Hidup didalam ruang lingkup Kepulauan Indonesia ini yang memiliki beragam macam suku,bahasa,budaya,agama serta kepercayaan-kepercayaan yang berselingan dengan kekayaan alam yang berlimpah,dulunya.
Rakyat Indonesia sejak dipimpin dari zaman soekarno tidak lagi menjadi hal tersembunyi untuk meminta kesejahteraan mereka.Sebenarnya kesejahteraan itu tidak perlu di emis-emis oleh rakyat,penguasa harus peka terhadap hal ini.Terus berlanjut pergantian penguasa,tetap saja rakyat ingin mendapatkan kesejahteraan.menikmati kekayaan alam sendiri tidak lah begitu menggairahkan untuk masyarakat,karena kekayaan alam yang mereka nikmati itu hanyalah sebagian kecil yang hampir tak tampak dimata mereka.karena kekayaan itu tidak lah sepenuhnya mereka miliki.hanya tinggal bekas dan nama saja yang mengatas namakan negeri iini,namun itu semua milik orang asing.Hingga saatnya kesejahteraan itu harus tertunda dan bisa saja terhenti..menyingkapi hal ini,guna pemerintah lebih dalam dan giat lagi untuk mensejahterakan rakyatnya.
Haruskah rakyat mengemis hal itu? Dengan menenteskan air mata agar dapat kepekaan oleh penguasa?.Dulu saat mereka berdiri didepan rakyat membuka lebar-lebar mulut mereka dan melantangkan suara mereka berharap dapat kepercayaan dari masyarakat dan lalu dijanjikan kesejahteraan itu.
Setelah mendapatkan keinginan,sejahtera malah dimasukkan kedalam ember kosong yang nantinya akan membusuk berbau menyengat mencerututi hidung mereka.isapan jempol apa ini? Kenapa rakyat dikorbankan untuk keberuntungan mereka? Lalu kenapa sejahtera itu terabaikan? Apakah dulu ketika mereka bersuara didepan rakyat lalu menjanjikan kesejahteraan itu hanya sekedar lewat saja didalam otak mereka? Sehingga dengan mudahnya mereka lupa ketika mereka bangun dari tidur lelapnya semalam.Jika rakyat harus bersuara,yakinlah penguasa itu bisa mundur dari berdiri tegapnya saat itu juga.
Namun bukan hal itu yang menjadikan keinginan utama rakyat,sekeras apapun hidup tetap mereka butuh seorang pemimpin.Jika pun ia mereka bersura yang akhirnya membuat penguasa itu mundur,belum tentu penggati penguasa itu nanti akan jadi baik bisa saja bertambah buruk.
Dikepulauan Indonesia ini,pekerja-pekerja berlumut disegala pelosok demi melanjutkan kehidupan mereka.Dari kalangan petani,nelayan,buruh serta pekerja kuli lainnya berjuang unutk mensejahterakan keluaraga mereka.Namun ini tidak begitu saja bisa berjalan dengan baik seperti keinginan mereka jika kepekaan dari penguasa tidak mereka dapatkan.
Walaupun telah ada wakil rakyat,namun wakil itu memang sepenuhnya “mewakili”.Rakyat tidak lagi perlu banyak uang karena sudah ada yang mewakili,rakyat tidak perlu untuk hidup mewah dan tentram karena sudah ada yang mewakili dan rakyat juga tidak perlu lagi kerja berat untuk secangkir kopi hawai karena sudah ada yang mewakili.Ini kah yang dimaksud dengan wakil rakyat? Dan inikah yang dimaksud dengan sejahtera diwakili wakil rakyat? ,tidak.Rakyat ingin menikmati kebersamaan yang meluas dalam kehidupan masyarakat dikepulauan Indonesia ini.
Rakyat ingin menikmati kesejahteraan hidup mereka bersam seluruh rakyat dikepulauan Indonesia ini dan rakyat ini tersenyum lebar dengan menyimpan rasa bangga hidup di negeri ini.Maka dari itu,guna seorang penguasa bisa menanamkan lebih dalam lagi sikap kepekaan kepada rakyat,agar rakyat sejahtera dan pemerintah aman tentram.Hidup Rakyat!!!
Penulis : Siti Zakiah
Mahasiswa Umrah

