Membuka Mata Anak Bangsa

Diterbitkan oleh pada Rabu, 13 Januari 2016 05:21 WIB dengan kategori Opini dan sudah 962 kali ditampilkan

Ada awal, ada akhir. Ada tantangan juga harapan. Begitulah kenyataan hidup.

 

 

Sudah saatnya kita anak Bangsa sadar dan membuka mata bahwa sesungguhnya Negara ini membutuhkan kita “ Anak Banga “. Karena kita adalah generai yang akan menyambung tongkat kepemimpinan di masa yang akan datang. Kita adalah harapan bangsa di masa mendatang yang akan membawa indonesia menjadi negara yang lebih maju dan lebih sejahtera.


Namun, kenyataan ribuan anak-anak Indonesia mesih bungkam dan sungkan untuk membuka mata terhadap apa yang di dengar dan apa yang terlihat. Indonesia tidak akan berhasil berdiri sempurna tanpa tanggan kita, tanpa suara kita, atau bahkan tanpa jiwa kita.


Jangan biarkan Negara ini pelahan hancur, jangan biarkan tanah air ini perlahan tenggelam akan kebencian, dan jangan biarkan bangsa ini di selimuti ketidak adilan.


 

Harapan negara ini aa paa kita “Anak Bangsa”. Bantu negara dan pemerintah kita untuk membangun Indonesia maju, mereka membutuhkan kita.


 

Kita ingat Negara ini pernah berada di persimpangan jalan menuju kehancuran atau kebangkitan, lalu atas izin Tuhan yang Maha Esa lewat proklamasi 17 Agustus 1945 kini telah menjadi api perseteruan merintihkan suara kepedihan, sunnguh ironis tapi benar adanya penyakit kebencian yang telah merenggut sebahagian besar jiwa anak bangsa, kini menjadi sebuah perpecahan yang menyedihkan, ia mempengaruhi yang membenci dan di benci, ia memecah kepribadian, menggores jiwa kita “Anak Bangsa”, meretakan semangat jiwa Bhineka Tunggal Ika.


Sekarang mari kita sudahi semua itu, sudah saatnya kita gali kembali semangat kebersamaan persatuan dan kesatuan demi masa depan bangsa dan Negara ini. Kita akan bangkit dengan jiwa semangat yang penuh dengan harapan.


Ibarat pepatah “kita tidak hanya mangan ora mangan ngumpul. Ririungan urang karumpul, nganre tan nganre yang penting assere. Tapi kita ngumpul dan mangan, assere dan nganre”. Kita akan bersama-sama, pemerinah, wakil-wakil rakyat, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, terutama anak-anak bangsa ini, berdialog dan berkerja sama merealiasasikan program-program untuk Indonesia maju, kuat dan berdaulat. Kita bersama-sama, seluruh anak bangsa akan berkaya bersama untuk Indonesia Bangkit.


 

Kita akan meletarikan budaya dan alam, kita akan membangkitkan membangkitkan semangat juang dari nilai-nilai kearifan local, semangat yang membara untuk mempertahankan harta kita di negri ini, budaya, tradisi, hutan, lahan, tambang, laut, gas bumi, dan semua milik kita di negri ini.


Dengan demikian kita akan benar-benar melihat hamparan hijau tanaman ali Indonesia, sawah-sawah dengan padi yang mengunig siap panen, kita akan melihat Indonesia Raya seperti syair lagu yang di ciptakan oleh Maladi ”Nyiur hijau, di tepi pantai, siar siur daunnya melambai. Padi mengembang, kuning merayu, burung-burung bernyanyi gembira. Tanah airku tumpah darahku, tanah yang subur, kaya makmur, tanah airku, tumpah darahku, tanah yang kaya, permai nyata”.


Itulah indonesia kita, indonesia bangkit. Yang memakmurkan bangsanya, Indonesia aman dan permai.


 

Penulis  :

NAZLIA ULFA

MAHASISWA FISIP UMRAH