Yang Cerdas Harusnya Membuka Peluang

Diterbitkan oleh pada Rabu, 13 Januari 2016 22:08 WIB dengan kategori Opini dan sudah 937 kali ditampilkan

Ketika kita menyadari bahwa peluang itu sebenarnya selalu ada didepan mata, Namun terdapat kelemahan pada segelintir orang untuk memanfaatkan peluang tersebut. Disini bisa terlihat bahwa kelemahan seseorang dalam memanfaatkan peluang sungguh sangat memprihatinkan. Padahal setiap aktifitas yang dilakukan tanpa kita sadari sebenarnya itu terdapat sebagian kecil dari bibit peluang yang ada.

 

Semakin berkembangnya zaman tidak menutup kemungkinan terhadap seseorang yang tidak berpendidikan untuk hidup lebih maju seperti orang yang memiliki pendidikan tinggi. Karena pada dasarnya sebuah kesuksesan tidak hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang berpendidikan, namun seseorang yang  bisa memanfaatkan sekecil apapun itu peluang dialah sebenarnya orang yang mengerti akan cara meraih kesuksesan. Pada kenyataannya pendidikan tidak menentukan kesuksesan terhadap seseorang tanpa ia tahu bagaimana caranya memanfaatkan peluang yang ada.

 

Sudah tidak asing lagi dimata kita melihat maraknya sarjana pengangguran yang bertebaran dilingkungan masyarakat. Yang terkadang menjadi sebuah pertanyaan besar dibenak kita, apa yang terjadi pada hasil didikan negeri ini? Setelah dilihat dari sudut pandang yang berbeda terjawablah sudah pertanyaan ini. Yang dimana sebagian dari seluruh kaum berpendidikan yang berilmu tinggi namun memiliki pemikiran yang sempit terhadap berharganya sekecil apapun peluang itu. Karena mereka hanya bertitikfokuskan pada apa yang sudah mereka jalani tanpa melihat dari segi sudut pandang yang lain, bagaimana cara menempuh kesuksesan itu sendiri.

 

Sementara itu tidak sedikit juga yang kita jumpai orang yang sukses tanpa harus menempuh pendidikan yang tinggi. Kenapa? Karena merekalah orang-orang yang mengerti bagaimana cara sukses tanpa harus bergantungan pada satu jalan yang ada. Padahal jika difikir seseorang yang berpendidikan tinggi dan telah menjadi sesosok sarjana dialah yang lebih tahu akan jadi apakah ia kelak, karena dia telah lebih banyak mendapatkan pelajaran. Seharusnya mereka bukan mencari pekerjaan tetapi membuka suatu pekerjaan atau peluang untuk setiap orang yang belum memiliki pekerjaan. Bukan hanya untuk kaum yang berpendidikan tinggi dan gelar sarjana saja, namun terhadap orang-orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi bisa membuka peluang tersebut dengan menimbang resiko yang ada tanpa dengan membuat yang langsung besar tetapi sedikit demi sedikit dahulu dari yang kecil.

 

Setiap pemikiran seseorang dengan seseorang itu berbeda tidak harus terfokus pada satu jalan saja, namun berbanyaklah pengetahuan agar bisa melakukan dan membuat sesuatu dengan memikirkan diri sendiri dan orang lain tanpa ada yang dirugikan.

 

Disini dapat ditarik kesimpulan bahwa pandangan perspektif setiap orang berbeda-beda dalam melihat situasi dan cara tersendiri untuk hidup bergerak maju serta mensejahterakan kehidupan mereka sendiri. Tidak ada yang tahu bagaimana kita kelak, namun kitalah yang bisa menjadikan diri kita jadi seseorang yang seperti apa kedepannya. 

 
 
Indah Nurcahyani
Mahasiswa FISIP UMRAH