Pentingkah Pendidikan Bela Negara Bagi Pemuda-Pemudi Bangsa?

Diterbitkan oleh pada Jumat, 15 Januari 2016 08:18 WIB dengan kategori Opini dan sudah 2.486 kali ditampilkan

Belakangan ini, masyarakat Indonesia dibuat bingung tentang isu pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berencana mewajibkan warga negara untuk ikut dalam bela negara. Warga sipil akan dilatih oleh militer dalam rangka meningkatkan kemampuan bela negara.

 

Bela Negara itu sendiri merupakan bagian wajib militer. Pada era globalisasi ini, bela negara digambarkan   dengan sebuah  konsep  meningkatkan rasa  peduli dan patriotisme  warga negara  tentang menjaga eksistensi negaranya bukan lagi perang memakai senjata. DiIndonesia, bela negara diartikan  sebagai sikap  dan perilaku warga negara yang dijiwai kecintaan terhadap NKRI  berdasarkan  Pancasila dan Undang-Undang  Dasar 1945.


Pendidikan bela negara ini menjadi penting karena secara hukum, khususnya mengenai UUD 1945 Pasal 30 berbunyi “setiap warga negara memiliki kewajiban bela negara”. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan bela negara menjadi sesuatu hal yang legal dan dipayungi konstitusi negara yang sangat kuat.


Kita sadari, rasa nasionalisme dan patriotisme  diantara pemuda-pemudi mulai  pudar. Salah satunya disebabkan oleh berkurangnya satu pemikiran atas makna perjuangan para pahlawan kemerdekaan kita. Sama hal nya dengan Sumpah Pemuda. Seolah hanya merupakan pelajaran sejarah yang patut dibaca tapi tidak pernah dihayati dan diamalkan. Terkesan remeh. Padahal, sebelum merebut kemerdekaan, Sumpah Pemuda merupakan salah satu modal awal pergerakan dan pemersatu pemuda demi persatuan dan kesatuan bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.


Dizaman sekarang, semakin sedikit pemuda-pemudi bangsa sadar  akan pentingnya  bela negara. Bela negara disini bukanlah dalam arti sebenarnya perang dengan menggunakan persenjataan alusista melainkan perang melawan pesatnya perkembangan globalisasi dunia  dan melawan tindak aksi terosis modern  didatangkan dari dalam maupun luar yang dapat menggoyahkan eksistensi bangsa. Tidak  perlu ambil kasus jauh-jauh. Tadi siang, Ibukota negara  Indonesia kita  diteror oleh aksi sekawanan teroris, betapa mirisnya kita lihat bahwa pelaku teroris adalah warga negara Indonesia sendiri yang rata-rata berusia muda. Ini menunjukkan bahwa rasa nasionalisme dalam diri pemuda-pemudi masih sedikit dan resiko ancaman dari dalam negara masih berpotensi besar berlanjut jika tidak ada penyelesaian.


Menurut hemat penulis, untuk mempertahankan hasil dari darah perjuangan pahlawan kita. Apakah  kemerdekaan ini sanggup bertahan dengan sikap acuh tak acuh? Apakah benar sudah hilang rasa nasionalisme dan patriotisme dalam diri kita? Apakah harus ada negara lain yang menginvasi negeri kita dulu? Apakah  harus  dijajah oleh pemuda bangsa yang menjadi teroris dinegeri sendiri baru sadar kalau pendidikan Bela  Negara itu penting?.


Bung Karno pernah berkata “Beri aku sepuluh Pemuda, maka akan aku goncangkan itu dunia!!!”. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dari pemuda dalam perkembangan atau kemajuan suatu bangsa. Kekuatan sebuah negara terletak di tangan para pemuda-pemudinya. Karena merekalah  akan menunjukkan wajah kehormatan suatu bangsa dalam kontes kehidupan. Jika para pemuda-pemudi dalam suatu negara mengalami kerusakan moral dan agama, maka nasib bangsa perlu dikhawatirkan. Bagaimanapun, pemuda-pemudi adalah kader bangsa yang harus dibina dengan segala bentuk pendidikan, baik pendidikan kejiwaan (Psikologi), pendidikan politik maupun pendidikan bela negara.


Atas pertimbangan tersebut, Pendidikan Bela Negara bagi seluruh warga negara khusunya kaum pemuda-pemudi bangsa adalah hal yang penting dan tidak dapat ditawar lagi. Pendidikan Bela Negara dipandang relevan dan strategis serta dapat membentuk karakter pemuda-pemudi bangsa, disamping untuk pembinaan pertahanan negara juga berguna untuk meningkatkan pemahaman dan penanaman jiwa patriotisme dan cinta tanah air. Untuk mengembalikan tingkat disiplin, moral, rasa cinta tanah air, diperlukan satu wadah pendidikan dan pelatihan yang mengedepankan wawasan kebangsaan, penanaman mentalitas dan kedisiplinan untuk membentuk jiwa militansi nasionalis.


Disini, seluruh komponen bangsa harus sadar dan bangkit untuk mempertahankan keutuhan dan integritas negara dalam  ruang lingkup luas ditengah derasnya arus globalisasi  dan perkembangan zaman. Oleh sebab itu, menurut penulis Pendidikan Bela Negara bagi pemuda-pemudi bangsa sangatlah diperlukan untuk terciptanya  generasi penerus bangsa yang berkarakter nasionalis, cinta tanah air dan cinta terhadap bangsa sendiri yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.