Runtuhnya Moral Indonesia Akibat Tikus Berdasi

Diterbitkan oleh pada Ahad, 17 Januari 2016 09:01 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 1.956 kali ditampilkan


 

Saat ini kerusakan moral di Indonesia ini sudah sangat kritis sekali, karena kasus korupsi yang merajalela di negeri ini menjadi salah satu cerminan kerusakan moral di Indonesia. Penegrtian korupsi itu sendiri adalah prilaku pejabat public yang secara tidak wajar dan legal, memperkaya diri sendiri dengan menyalahgunakan kekuasaan public yang dipercayakan kepada mereka. Mirisnya yang terjangkit virus korupsi dan yang rusak moralnya adalah kalangan menengah atas itulah yang disebut dengan istilah tikus berdasi, pengelola Negara. Inilah yang sangat dicemaskan bagi kita semua karena dapat mengakibatkan negeri ini runtuh.

Bagaiman tidak cemas? Karena yang rusak moralnya adalah penopang berdirinya bangsa ini atau apararat pengelola Negara ini sebagai orang terpaya untuk mengurus Negara ini. Seharunya sebagai aparat pengelola Negara memberikan contoh teladan yang baik kepada rakyatnya dan mengabdi kepada rakyatnya dan Negara. Bukan malah menngabdi untuk sumber mendapatkan uang banyak dan memikirkan diri sendiri. Kalau dibayangkan sudah berapa banyak uang Negara habis digerogoti oleh tikus-tikus berdasi dan berapa banyak pula rakyat yang menderita akibat masalah ini. Ditambah lagi semakin banyaknya penganguran dan kemiskinan di negeri ini, inilah menjadi akibat rakyat yang menderita menjadi tambah masalah lagi dinegeri ini contohnya saja, kasus kekerasan dimana-mana. Semakin tidak aman lagi negeri ini dan letak moralitas itu bahkan sudah jauh dari negeri ini.

Kita semua amat sedih dan prihatin sekali bahwa korupsi yang melanda negeri ini, sudah banyak menimbulkan kerusakan-kerusakan yang berat sekali dan juga kerugian besar bagi Negara dan rakyat. Entah berapa ratusan triliun atau sudah tidak terhitung lagi? Yang telah digerogoti para tikus berdasi selama puluhan tahun ini. Korupsi telah merusak akhlak banyak orang dari berbagai kalangan dan golongan, dan kebusukan moral serta runtuhnya iman dengan tujuan penyalahgunaan untuk menumpuk kekayaan dengan cara haram atas kerugian Negara serta rakyat yang tersiksa.

Korupsi ini boleh dikatakan sudah menjadi kebiasaan, karena tidak hanya dikalangan menengah atas saja, tetapi wabah ini menjangkiti sebagian masyarakat biasa. Contonya saja, dalam kehidupan bermasyarakat sehari-haripun kasus suap-menyuap terjadi. Misalnya seseorang mengikuti tes CPNS tidak melalui dengan tes murni tetapi, dia membayar dengan uang sehingga dirinya langsung diterima. Hal ini menunjukkan betapa krisisnya kerusakan moral bangsa di Indonesia ini. Inilah awal dari ada kesempatan dan niat untuk korupsi belajar dari hal yang kecil kemudian menjadi hal yang besar dan musibah bagi Negara ini. Kita sebagai penerus generasi bangsa ini harus betul-betul belajar keras, agar kedepannya kita dapat memprbaiki seluruh aspek kehidupan bangsa ini. Dan sangat diharapkan kepada pemerintah dan aparur-aparatur Negara juga harus prefesional dan optimal dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, sesuai dengan sumpah jabatannya. Serta memperhatikan rakyat kecil dan berprilaku secara adil.