Walikota Batam Dukung Batam Jadi Provinsi Khusus
BATAM (KEPRI) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau Ahmad Dahlan mendukung pembentukan Provinsi Batam, demi mendorong perekonomian Batam sekaligus menjawab tantangan dualisme pemerintahan antara Pemkot dan BP Kawasan.
"Batam Harus menjadi provinsi khusus agar berkembang," kata Ahmad Dahlan di Batam, Selasa.
Ia mengatakan sepakat dengan ide yang pernah dikemukakan Harry Azhar Azis saat menjadi anggota DPR RI dan guru besar fakultas hukum UI, Jimly Asshidiqie, Batam harus diberikan perlakuan khusus.
Dengan menjadi provinsi khusus, maka tidak akan terjadi dualisme pemerintahan, karena dipimpin langsung oleh Gubernur.
Dalam pemikirannya, Provinsi Batam terbagi menjadi enam wilayah, empat di antaranya di pulau utama yaitu Batam Utara, Batam Selatan, Batam Timur dan Batam Barat, serta dua lainnya di penyangga yaitu Belakangpadang dan Galang-Bulang.
Sama seperti pemikiran Harry Azhar Azis, pengembangan provinsi khusus Batam sama seperti Jakarta, tanpa ada DPRD tingkat kabupaten kota. Gubernur dipilih rakyat, sedang wali kota dari birokrat.
"DPRD Kota yang sekarang ini ada, naik menjadi DPRD provinsi," kata wali kota dua periode itu.
Ia yakin, bila Provinsi Batam terbentuk, maka daerah itu akan maju, perekonomiannya pun akan melesat, karena semuanya dipimpin oleh seorang Gubernur.
Dari sisi anggaran, mantan Humas Otorita Batam itu optimis pembentukan Provinsi Batam tidak akan memberatkan pemerintah pusat, karena Batam sudah terbentuk, infrastrukturnya pun sudah sangat baik.
"Ini bukan daerah baru. Malah bisa surplus anggarannya. Pembayaran pegawai dari pajak daerah, pajak badan," kata pria bergelar Datok Setia Amanah itu.
Menurut Wali Kota, wacana pembentukan Batam sebagai provinsi khusus memang lebih banyak didengungkan di Jakarta. Sedang di daerah sendiri belum ada pembentukan perjuangan Provinsi Batam.
Namun memang, dukungan dari masyarakat sangat kuat, berdasarkan pesan singkat dan pesan langsung yang disampaikan kepada Ahmad Dahlan.
Sementara itu, pembentukan Provinsi Batam juga dipercaya dapat membuat kabupaten kota lain di Kepri menjadi mandiri.
Selama ini Batam terkesan yang mendorong kemajuan di Kepri, namun sebenarnya kabupaten kota lain di Kepri memiliki potensi yang besar. Sayang selama ini energi lebih banyak terserap di Batam sehingga potensi daerah lain seperti tenggelam.
"Seharusnya, Kepri jangan selamanya bergantung sama Batam. Kapan majunya kalau begitu," kata peraih gelar Doktor dari universitas di Malaysia itu.
"Karimun itu potensi untuk galangan kapal, Bintan untuk resort, Lingga untuk pertanian, Natuna untuk perikanan," kata dia melanjutkan. (Antara)

