Guru Mengajar dalam Keterbatasan Di Pesisir Bintan
BINTAN - Tidak semua wilayah Provinsi Kepri dilengkapi fasilitas unggul. Menetap di daerah pelosok beresiko tertinggal dalam urusan informasi. Inilah yang dialami para guru di daerah pesisir di Bintan. Tidak hanya kekurangan sarana prasarana pendidikan, akses terhadap informasi juga minim.
"Akibatnya, kami sering terlambat mendapat informasi, misalnya terkait undangan kegiatan atau berbagai pelatihan," ungkap seorang guru di SDN 001 Numbing yang enggan namanya disebutkan, kepada awak media, Kamis (21/01/2016). beliau menyatakan, bisa dibilang, tidak ada akses komunikasi di daerahnya. Kondisi ini membuat laporan ke Dinas Pendidikan setempat pun terlambat. Parahnya lagi, sarana prasarana transportasi juga tidak memadai. Listrik untuk penerangan tak maksimal.
Fasilitas sekolah tidak jauh berbeda. Gedungnya saja dari kayu. Itu juga dibangun atas swasembada masyarakat. Sarana pelengkap seperti meja dan kursi siswa pun tidak mendukung kegiatan belajar mengajar.

