BMKG Karimun Himbau Agar Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
KARIMUN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (bmkg) Stasiun Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau mengingatkan nelayan setempat agar mewaspadai cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi.
"Bulan ini memasuki musim angin utara dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Kami mengingatkan nelayan untuk tidak memaksakan diri menangkap ikan," kata Kepala BMKG Stasiun Tanjung Balai Karimun Samsul di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Samsul meminta nelayan berhati-hati karena cuaca bisa saja berubah mendadak yang memicu angin kencang disertai gelombang tinggi.
Ia mengatakan imbauan tersebut juga sudah disampaikan kepada pelaku pelayaran agar berhati-hati selama musim angin utara.
"Yang penting waspada saat berlayar. Pantau kondisi cuaca, kalau tidak memungkinkan jangan memaksakan diri untuk berlayar," katanya.
Lebih rinci dia menjelaskan, suhu udara di wilayah Kabupaten Karimun dan perairan sekitarnya berkisar 23-31 derajat celcius dengan kelembaban udara 68-90 persen dan tinggi gelombang 0,2-1,5 meter.
Ia mengatakan potensi hujan ringan dan cuaca berawan diperkirakan terjadi pada pagi dan siang hari. Petir disertai angin kencang berpotensi terjadi akibat awan hitam pekat di laut yang dapat memicu cuaca ekstrem.
Secara terpisah Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Karimun Hazmi Yuliansyah juga mengingatkan agar nelayan, terutama nelayan tradisional menggunakan pompong dan sampan untuk berhati-hati.
"Perubahan cuaca secara ekstrem diperkirakan akan terjadi sampai hari raya Imlek. Nelayan jaring dan pancing kami minta agar waspada," kata dia.
Ia mengatakan secara berkala menyampaikan kepada nelayan terkait informasi cuaca yang dia terima dari BMKG, terutama nelayan di Kecamatan Moro dan Durai yang biasanya menangkap ikan di laut lepas, kemudian nelayan yang menangkap ikan di sekitar perairan Takong Hiu yang merupakan perairan perbatasan.
(ant)

