Alfin : Tanjungpinang Seharusnya Memiliki Alat Pendeteksi Pohon Kropos
TANJUNGPINANG - Belajar dari peristiwa tewasnya seorang ibu rumah tangga beberapa waktu yang lalu akibat tertimpa pohon pada saat sedang melintas menggunakan sepeda motor di Jl. Wiratno Kota Tanjungpinang. Tewasnya ibu ini memberikan luka mendalam bagi segenap keluarga yang ditinggal dan ini harus menjadi pelajaran berharga bagi Pemko dan harus diambil langkah pencegahan sebelum peristiwa serupa berulang. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Ketua DPD PKS Tanjungpinang Alfin, MH.
"Secara pribadi dan seluruh keluarga besar PKS Kota Tanjungpinang saya menyampaikan rasa duka mendalam atas pereistiwa ini dan kepada keluarga yang ditinggal di anugrahi kesabaran, Insyallah almarhumah di ampuni dosanya dan memperoleh JannahNya, aamiin. Ungkap Alfin yang juga sebagai Ketua DPD PKS Kota Tanjungpinang," kata Alfin.
Alfin menegaskan, peristiwa seperti ini tidak layak untuk terulang kembali dimasa-masa mendatang, untuk hal itu kita harus berupaya keras melakukan langkah-langkah pencegahan dengan melakukan pendeteksian dini terhadap tingkat kekeroposan pohon-pohon pelindung yang berada di sepanjang jalur jalan raya di Kota Tanjungpinang.
Oleh karena itu sudah sangat mendesak bagi Pemko Tanjungpinang untuk memiliki alat pendeteksi pohon keropos atau yang lebih dikenal dengan Sonic Tomografy.
Alfin menerangkan, dengan teknologi gelombang ultrasonic yang di rambatkan maka tim teknis akan mengetahui tingkat kekeroposan pohon terkait, sehingga akan dapat menentukan tingkat kekeritisannya.
Sehingga bisa di lakukan tindakan penebangan, penyanggahan, pemangkasan, atau pengobatan.
Sistem kerja alat ini tergolong sederhana, akan tetapi memiliki urgensi yang besar bagi upaya keselamatan khalayak ramai.
Alfin juga memberi saran, jika pemerintah belum mampu untuk mengadakan alat ini, bisa melakukan kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), dimana sejak tahun 2014 yang lalu IPB sudah melakukan pengembangan terhadap alat pendeteksi pohon kropos ini.
Selain itu, Alfin juga mengkritisi cara kerja pihak terkait dalam upaya pemangkasan dahan-dahan pohon yang tidak memperhatikan sebaran lebaran dahan pohon, sehingga membentuk kanopi pohon yang tidak seimbang.
Alfin yang juga pernah aktif dalam wadah nasional Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia itu menilai, jika hal ini terus dibiarkan akan menyebabkan instabilitas terhadap daya ikat tanah dan batang penyangga. Sehingga jika ada angin kencang menerpa, maka pohon akan mudah roboh.
Tentu, kita mengidamkan Kota Tanjungpinang asri, hijau dan teduh. Dengan tidak ada kekhawatiran bagi kita untuk bernaung di bawah pepohonan yang rindang tersebut.

