Jembatan di Desa Panggak Laut Lepas di Terjang Arus Sungai Yang Deras
LINGGA - Hujan deras yang turun di wilayah Kabupaten Lingga dan sekitarnya beberapa waktu lalu menyebabkan sebuah jembatan di desa Panggak Laut, Kecamatan Lingga terlepas diterjang luapan arus sungai yang deras. Jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung yang paling sering dilintasi para pengguna jalan.
Mengantisipasi hal tersebut warga disekitar mengikat jembatan itu dengan sebuah tali berukuran jari kelingking pada sebatang kayu yang berada disamping jembatan dengan jarak sekitar tiga meter guna menahan agar tidak lepas lagi.
Dari pantauan media ini dilapangan, jembatan yang terdapat di jalan Daik-Panggak Laut ini berada di wilayah pemukiman warga. Jembatan ini juga merupakan jembatan yang sering dilintasi pengguna jalan. Namun akibat hujan deras, menyebabkan arus sungai meluap dan berarus deras, sehingga mengakibatkan jembatan tersebut lepas dari penyangganya.
Salah satu warga Panggak Laut, Yus menuturkan waktu terjadi hujan deras beberapa waktu lalu, jembatan sempat lepas dari penyangganya. Bahkan ada pengendara masuk terjatuh melintas di sana, namun tidak berujung kecelakaan. Namun untuk jalan umum, warga pasang jembatan dan mengikat menggunakan tali secara bergotong royong.
"Kemarin lepas memang, sekarang sudah dipasang lagi. Karena jalan ini jalan umum kita sesama warga setempat bergotong royong mengikat jembatan itu pakai tali ,"ujarnya Minggu (14/2).
Dia mengatakan, hal ini dilakukan atas inisiatif warga dengan memasang jembatan kembali melalui gotong royong. Supaya jembatan bisa dimanfaatkan warga dan pengguna jalan lainnya, karena sampai saat ini jembatan kayu tersebut sudah cukup lama dan belum permanen.
Selain itu, jembatan kayu ini juga tidak ada pembatasnya. Hal ini dikatakannya cukup beresiko bagi pengguna jalan yang melintas.
"Kita berharap jembatan ini diperbaiki secara permanen. Karena ini lintas poros Lingga Timur dengan Lingga,"ujarnya.
Dari tiga unit jembatan yang ada di jalan Panggak Darat ini, satu unit yang berada tidak jauh dari mesjid tersebut yang paling parah. Kondisi ini kalau tidak diperhatikan cukup mengancam bagi pengguna jalan maupun truk yang melintas. Hal ini perlu perhatian pemerintah bagi jalur transportasi masyarakat Kecamatan Lingga- Kecamatan Lingga Timur dan terutama warga Panggak Laut.

