Ratusan Massa Datangi Kantor DPRD Karimun Gara-gara "BERUK"
KARIMUN - Ratusan massa pendukung Ketua DPRD Karimun, HM Asyura, mendesak untuk dipertemukan dengan anggota DPRD Karimun dari Fraksi Gerindra, Zaizulfikar alias Boi.
H. Arifin Zainudin salah seorang tokoh masyarakat Kundur mengatakan kalau Boi dan Zuhdiono adalah pelopor munculnya kasus mosi tak percaya 20 anggota DPRD Karimun terhadap Asyura.
"Kami minta Boi dihadirkan didepan masyarakat saat ini juga. Kami mau melihat wajah anggota Dewan yang preman itu. Ini gedung dewan terhormat bukan pasar atau termilah saudare," ujar Arifin saat berorasi didepan gedung dewan, Senin (22/02).
Lebih lanjut Arifin mensesali sikap salah seorang anggota DPRD dari Partai PPP Zuhdiono. Tindakan politisi PPP itu mencoret-coret papan nama Asyura dengan menuliskan kata-kata "beruk".
"Sekarang yang beruk tu siapa? dia (Zuhdiono) atau Pak Ketua. Masak seorang anggota Dewan prilaku tak ubah seperti beruk yang kelaparan dalam hutan, ini gedung dewan bukan hutan," ujar Arifin, diikuti teriakan massa menyebut "Beruk" kepada kedua dewan tersebut dan mengakat pisang busuk untuk diberikan kepada kedua dewan tersebut.
Massa kesal hingga berakhirnya aksi demo tersebut dua dewan tersebut tak juga muncul. Massa meminta Polres dan Badan Kehormatan (BK) Dewan untuk segera memproses kedua dewan tersebut.

