Gerakan Perempuan Akan Lakukan Aksi Damai di Hari Perempuan Nasional

Diterbitkan oleh pada Senin, 7 Maret 2016 06:45 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 905 kali ditampilkan

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Gerakan Perempuan akan melakukan aksi damai di depan Istana Negara pada Selasa (8/3). Aksi ini dalam memperingati Hari Perempuan Internasional.

 

"Peringatan Hari Perempuan Internasional mesti menjadi cambuk bagi parlemen dan pemerintah Indonesia. Kami akan menyampaikan beberapa isu terkait catatan ketimpangan terhadap perempuan di Indonesia dalam aksi damai Selasa nanti," kata Direktur Kapal Perempuan Misiah pada konferensi pers "Bulan Peringatan Hari Perempuan Internasional" di Jakarta, Ahad (6/3).

 

Misiah mengatakan, sebanyak 400 orang dari organisasi perempuan dan individu akan melakukan long march dimulai dari Gedung Indosat. Mereka akan menyambangi beberapa kementerian terkait untuk menyikapi isu perempuan sampai Istana Negara untuk melakukan aksi damai bertajuk "Gerakan Perempuan Melawan Ketimpangan".

 

Berdasarkan data Bank Dunia 2015, 205 juta wanita mengalami ketimpangan dan hanya memberi keuntungan pada orang-orang terkaya di Indonesia dengan persentase tak lebih dari 10 persen jumlah penduduk Indonesia. Perempuan masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan, seperti angka kematian ibu melahirkan (AKI) yang masih tinggi mencapai 359 per 100 ribu kehidupan dan partisipasi politik perempuan yang tidak pernah mencapai kuota 30 persen.

 

Selain itu, ketimpangan pendidikan, pelanggaran hak pekerja rumah tangga (PRT) domestik dan luar negeri, perdagangan perempuan, dan kejahatan seksual yang terus terjadi.

 

Sejumlah ketimpangan lainnya yang masih dirasakan oleh perempuan di Indonesia, seperti pelayanan publik di wilayah terpencil, produk-produk hukum yang diskriminatif, dan kekerasan terhadap kelompok marginal. Selanjutnya, ketimpangan yang menimpa penyandang disabilitas, hak-hak normatif buruh perempuan yang belum terlaksana, sistem pendidikan yang dinilai belum terjangkau, dan perempuan nelayan.

 

Koalisi Perempuan Indonesia menyatakan peran perempuan sebagai nelayan begitu besar. Mulai dari membudidayakan, menangkap, mengolah, dan memasarkan ikan serta bertanggung jawab dalam kebutuhan rumah tangga secara bersamaan.

Sayangnya, negara belum melindungi perempuan nelayan dari segi hukum, politik maupun ekonomi.


(rol)