Pemerintah dan Sampah

Diterbitkan oleh pada Senin, 28 Maret 2016 16:39 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.285 kali ditampilkan

Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola hidup masyarakat, kecepatan teknologi dalam menyediakan barang secara melimpah ternyata telah menimbulkan masalah-masalah baru yang sangat serius yaitu adanya barang yang sudah terpakai dan sudah tidak digunakan lagi oleh siempunya yang mengakibatkan timbulnya sampah.

Salah satu masalah yang dihadapi oleh perkotaan di Tanjungpinang adalah masalah persampahan. Sampah merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat perkotaan, karena segala aktivitas masyarakat perkotaan menghasilkan sampah.

Pesatnya perkembangan pembangunan wilayah perkotaan di Indonesia, diikuti oleh peningkatan perpindahan sebagian rakyat pedesaan ke kota dengan anggapan akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Hal ini tentunya sangat berdampak pada  peningkatan jumlah penduduk kota yang juga sebanding dengan limbah yang akan dihasilkan. Namun, tidak disertai secara langsung dengan penyediaan sarana dan prasarana yang tidak sebanding oleh pemerintah, akibatnya pelayanan yang ada tidak maksimal dan terjadi penurunan kualitas lingkungan, khususnya pada permasalahan pengangkutan sampah kota. Untuk menanggulangi permasalahan ini, sangat dibutuhkan peranan pemerintah yang didukung oleh kepedulian masyarakat kota setempat. Hingga saat ini sampah masih menjadi masalah serius di berbagai kota. Begitu pula dengan sampah, dapat membuat hidup jadi tidak sehat. Karena itu sampah harus dapat diolah dengan baik agar tidak menimbulkan berbagai penyakit.

Keberhasihan lingkungan menjadi masalah yang selalu menimbulkan permasalahan di masyarakat,salah satunya di kota saya yaitu Kota Tanjungpinang Kepri. Sikap saling menyalahkan antara pemerintah dan masyarakat mengenai sampah kerap kali muncul. Masyarakat merasa persoalan ini adalah persoalan pemerintah dan pemerintahlah yang harus membersihkan lingkungan mereka. Sementara yang saya ketahui pemerintah sering mengatakan perkerjaan dan tugas mereka akan terasa sulit tanpa dukungan dari masyarakat yang juga membantu dan berusaha untuk membersihkan kota ini dari sampah-sampah.

Sulit untuk saling menyalahkan sudah tampak semua terjadi dikarenakan kurangnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat,masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan dalam mengatasi kebersihan di kota Tanjungpinang ini. Banyak fakta-fakta yang sering saya temui disetiap harinya di Tanjungpinang sulit saya temui rambu-rambu seperti “Jangan Buang Sampah Sembarangan“mungkin ada tetapi tidak dibuat diseluruh penjuru kota,hanya terdapat ditempat-tempat tertentu saja. Padahal himbauan yang sebetulnya punya fungsi yang sangat luar biasa apabila dipraktekkan sangat bermanfaat sekali. Namun ini kurang disadari pemerintah untuk memperbanyak rambu-rambu seperti itu. Kadang tidak dapat menyalahkan kalangan atas saja. Masyarakatpun tidak mempraktekkan rambu-rambu yang sebagian telah dibuat contohnya disekitar saja.Sebut saja dikampus terutama dikelas saya,rambu-rambu tersebut dibuat dan jelas ada namun kesadaran mereka dikelas sangat kurang bahkan rambu-rambu tersebut tidak dihiraukan sama sekali.

Namun disini dapat diketahui penyebab utama perilaku membuang sampah sembarangan ini bisa terbentuk dan bertahan kuat didalam perilaku kita didalam pikiran alam bawah sadar, masyarakat menganggap bahwa membuang sampah sembarangan ini bukan merupakan suatu hal yang salah dan wajar untuk dilakukan apalagi dari lingkungan sekitar seperti keluarga, sekolah, masyarakat, atau bahkan tempat pekerjaan. Pengaruh lingkungan merupakan suatu faktor besar didalam munculnya suatu perilaku. Contohnya, pengaruh lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, akan menjadi faktor besar dalam munculnya perilaku membuang sampah sembarangan. Seseorang akan melakukan suatu tindakan yang dirasa mudah untuk dilakukan. Jadi, orang tidak akan membuang sampah sembarangan jika tersedianya banyak tempat sampah.  Tempat yang kotor dan memang sudah banyak sampahnya. Tempat yang asal mulanya terdapat banyak sampah, bisa membuat orang yakin bahwa membuang sampah sembarangan diperbolehkan ditempat itu. Jadi, warga sekitar tanpa ragu untuk membuang sampahnya di tempat itu. Kurang banyak tempat sampah. Kurangnya tempat sampah membuat orang sulit untuk membuang sampahnya. Jadi, orang dengan mudah akan membuang sampahnya sembarangan.

Sekarang sudah jelas dari contoh-contoh kejadian yang fakta saya ketahui masalah kebersihan dikota Tanjungpinang ini disebabkan kurang kesadaran dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.Kita tidak dapat menyalahkan salah satu diantaranya yang seharusnya disalahkan yaitu keduanya.Jadi sebaiknya kita kembalikan kesadaran kedua pihak tersebut. Dengan dimulai dari diri sendiri,kemudian lakukan kebijakan bersama yang terbaik agar dapat berkerjasama lebih meningkatkan lagi kebersihan di Kota Tanjungpinang terutama di jalan raya tanpa harus menyalahkan satu sama lain.

Demikian masyarakat harus sadar diri dan harus menjaga kebersihan lingkungan dengan mengangkat sampah yang ada disekitar kita dan membuang sampah ketempatnya, dan bisa kita dapat mendaur ulang sampah tersebut menjadi kerajinan yang sangat menarik. Sebagai generasi muda, kita harus menyadari bahwa sampah itu merupakan ancaman yang besar untuk masa depan bangsa. Untuk itu, sebagai generasi muda kita harus menumbuhkan kreasi-kreasi baru dengan memanfaatkan sampah. Dengan ini, tanpa kita sadari kita telah menyelamatkan masa depan bangsa dari bayang-bayang sampah. 

Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam usaha mengatasi masalah sampah yang saat ini mendapatkan tanggapan pro dan kontra dari masyarakat adalah pemberian pajak lingkungan yang dikenakan pada setiap produk industri yang akhirnya akan menjadi sampah. Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya.


*Mahasiswa STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang