Pariwisata Kepri Dan Upaya Pemerintah Daerah

Diterbitkan oleh pada Jumat, 1 April 2016 18:03 WIB dengan kategori Opini dan sudah 2.133 kali ditampilkan

Sektor pariwisata dewasa ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri dan sangat diperhitungkan. Karena dianggap memberikan pemasukan yang cukup besar, inilah yang menjadi alasan berbagai daerah untuk terus mengembangkan potensi wisata daerahnya. Tak terkecuali Kepulauan Riau. Pariwisata menjadi salah satu penyumbang utama yang membantu pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

 

Karena letaknya yang strategis dan dekat dengan Negara tetangga maka tak heran jumlah wisman dari Singapura merupakan yang terbesar yaitu 51,23% dari seluruh jumlah wisman yang berkunjung. Disusul oleh Malaysia di peringkat kedua dengan 14,72%. Sedangkan negara lainnya rata-rata masih sekitar 5% yang terdiri dari negara TiongkokKorea SelatanIndiaFilipinaJepang,InggrisAustralia, dan Amerika Serikat.

Kota Batam merupakan pintu gerbang pariwisata utama ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. 2,25 juta orang atau sekitar 25% dari jumlah wisatawan asing di Indonesia masuk melalui Batam. Kepulauan Riau juga menjadi provinsi percontohan wisata lintas batas di Indonesia bagi kota ManadoBelitung, dan pulau Kalimantan.

Pada tahun 2013, 1.859.066 orang wisatawan mancanegara berkunjung ke Kepulauan Riau. Jumlah ini naik 5,18% dari tahun sebelumnya. Kota Batam menjadi tujuan utama para turis. Di peringkat kedua, terdapat Kabupaten Bintan disusul Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun. Kekayaan alam, seni, dan budaya merupakan salah satu bidang penting dalam pariwisata di Kepulauan Riau.

Alam Kepulauan Riau memiliki iklim tropis, dengan 2.408 pulau yang 30% diantaranya tidak berpenghuni. Pulau Bawah di Kepulauan Anambas termasuk dalam pulau tropis terbaik se-Asia versi CNN.

Selain itu, Pantai Sisi di Natuna juga menjadi salah satu pantai alami terbaik di dunia versi majalah Island tahun 2006. Pulau Penyengat dan Pulau Bintan juga merupakan contoh daerah tujuan wisata terpopuler di Kepulauan Riau.

situs konservasi terumbu karang di Kepulauan Riau adalah Karang Alangkalam dan Karang Bali. Kekayaan biota laut menciptakan Laut Natuna menjadi salah satu lokasi selam scuba yang terkenal. Keindahan pantai juga membuat Kepulauan Riau semakin terkenal.

Pantai-pantai tersebut diantaranya Pantai Lagoi,Pantai Impian, Pantai Trikora, Pantai Nongsa, Pantai Sakerah, Pantai Loola, Pantai Padang Melang, Pantai Nusantara, Pantai Batu Berdaun, Pantai Indah, Pantai Tanjung Siambang, Pantai Tanjung, Pantai Melur, Pantai Melayu, Pantai Pelawan, Pantai Sisi, dan Pantai Cemaga.

Kepulauan Riau memiliki 4 gunung yaitu Gunung DaikGunung RanaiGunung Sepincan, dan Gunung Jantan. Sementara Gunung BintanGunung Lengkuas, dan lainnya bukan merupakan gunung karena tidak memenuhi syarat sebagai gunung contohnya Gunung Bintan dan Gunung Lengkuas hanya merupakan bukit, namun karena bukit-bukit ini merupakan titik tertinggi di sebuah pulau, maka disebut gunung oleh masyarakat setempat. Gunung Daik dan Gunung Ranai adalah 2 jenis gunung yang paling sering didaki.

Keindahan bukit juga menjadi destinasi wisata di Kepulauan Riau, contohnya Bukit Senyum di Batam yang dapat melihat pemandangan negara Singapura dan Bukit Kursi di pulau Penyengat, Tanjungpinang yang memiliki sebuah benteng bersejarah. Pemandangan dataran tinggi terdapat di Dataran Tinggi Engku Puteri, Batam Center.

Selain itu, keindahan air terjun contohnya Air Terjun Resun, Air Terjun Temurun, dan Air Terjun Cik Latif menjadi salah satu destinasi wisata air di Kepulauan Riau. Wisata air alami juga dapat dirasakan dengan mengunjungi Danau Biru dan keindahan hutan bakau Sungai Sebong di Bintan. Penjelajahan gua-gua alami juga tersedia di Kepulauan Riau, contohnya Goa Batu Sindu dan Goa Kapal Batu di Natuna.

Kekayaan flora dan fauna di Kepulauan Riau juga sangat beragam. Kakap dan Sirih menjadi fauna dan flora identitas khas provinsi Kepulauan Riau. Di Laut Natuna, hidup ikan Napoleon yang merupakan hewan langka di Indonesia.

Selain itu, dugong juga hidup di perairan sekitar pulau Bintan. Beberapa hewan langka lainnya adalah SingapuarBurung serindit Melayu, dan sejenis primata bernama kekah Natuna. Kekayaan flora antara lain adalah nibungbuah nagapinang, dan tanaman langka udumbara yang hidup di Dataran Tinggi Engku Puteri, Batam Centre. Kepulauan Riau memiliki 2 cagar alam yaitu Cagar Alam Pulau Burung dan Cagar Alam Pulau Laut.

Sementara itu, lokasi agrowisata dan kebun binatang juga tersedia di Kepulauan Riau. Mini Zoo Kijang di Bintan, Alif Stone Park di Tanjung Natuna, Hutan Wisata Mata Kucing di Batam, Taman Buah Senggarang dan Hutan Lindung di Tanjungpinang, juga perencanaan pembangunan Kebun Raya Batam dan Funtasy Island semakin menambah destinasi wisata alam di Kepulauan Riau.

 

 

 

Kekayaan seni dan budaya di Kepulauan Riau menjadi salah satu objek wisata. Beberapa atraksi atau pagelaran seni yang ada di Kepulauan Riau antara lain teater Mak YongWayang Bangsawan, teater Mendu, dan teater Lang-lang Buana. Tari Zapin juga menjadi tarian yang banyak disaksikan oleh para wisatawan. Untuk melihat wisata budaya Melayu, biasanya wisatawan mengunjungi Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang.

Beberapa kota di Kepulauan Riau juga mulai mengembangkan konsep karnaval fesyen. Karnaval fesyen terbesar di Kepulauan Riau adalah Kepri Fashion Carnival yang diadakan di Tanjungpinang. Sedangkan pekan fesyen terbesar di Kepulauan Riau adalah Kepri Fashion Week yang diadakan di Batam. Selain itu, Pemkot Tanjungpinang juga mengadakan Festival Kuliner & Karnaval Fesyen. Pemkot Batam juga mengadakan Batam International Fashion Week. Tak hanya di Tanjung Pinang Bintan pun kerap mengadakan event berskala internasional seperti tour de bintan yang merupakan event olahraga bersepeda mengelilingi pulau bintan, yang start dan finisnya  dimulai dari kawasan wisata lagoi. Terbukti event ini mampu menarik minat wisman seihingga event ini terus diadakan setiap tahunnya oleh pemerintah sejak diadakan tahun 2010 event ini terus berjalan hingga saat ini dan yang sebentar lagi akan diadakan pada tanggal 1-3 april 2016. Selain tour de bintan juga diadakan event internasional bintan triathlon dan ironman bintan. Pemerintah juga berusaha berusaha focus membangun sejumlah sarana pendukung pariwisata diantaranya bandara, hotel dan obyek wisata lainnya

Sejarah kebudayaan Indonesia juga dapat ditemui dari sejumlah museum yang ada. Di Tanjungpinang, terdapat 2 museum yaitu Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dan Museum Kandil Riau. Di Natuna, terdapat Museum Sri Serindit. Di Batam, terdapat Museum Mini Bulang Lintang. Sementara di Lingga, terdapat Museum Mini Linggam Cahaya. Pemerintah Kabupaten Bintan juga sedang membangun Museum Bahari di Pantai Trikora. Pemerintah Kota Batam juga sedang membangun Astaka MTQ Nasional Ke-XXV menjadi Museum Batam. Seluruh kebudayaan di Kepulauan Riau juga dikemas menjadi satu dalam Taman Budaya Raja Ali Haji di Senggarang, Tanjungpinang. Di Karimun, juga terdapat Taman Budaya Bukit Tembok.

Wisata keagamaan atau religi di Kepulauan Riau terdiri dari seluruh wisata religi untuk 6 agama resmi di Indonesia. Untuk umat Islam, wisata religi berupa masjid yang sering dikunjungi adalahMasjid Raya Sultan Riau, Masjid Agung Tanjungpinang (Masjid Keling), Masjid Agung Kepulauan Riau (Masjid Raya Dompak), Masjid Agung Batam, dan Masjid Agung Natuna. Mengunjungi makam-makam bersejarah juga sering dilakukan khususnya di Makam Engku Puteri dan Makam Raja Haji Fisabilillah. Umat Kristen dapat mengunjungi Gua Maria di Batam dan Trikora, Gereja Ayam yang bersejarah di Tanjungpinang, dan Makam Kristen Pengungsi Vietnam diPulau Galang. Umat Buddha dapat mengunjungi Vihara Avalokitesvara Graha yang merupakan vihara terbesar se-Asia Tenggara, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva dengan seribu patung murid Buddha, Vihara Bahtra Sasana yang tertua di Kepulauan Riau, dan Patung Dewi Kwan Im di KTM Resort yang tertinggi se-Indonesia. Umat Hindu memiliki kesan tersendiri dengan mengunjungi beberapa pura di tanah Melayu contohnya Pura Agung Amertha Bhuana di Batam dan Pura Dharma Kerthi di Lagoi, Bintan. Umat Konghucu dapat mengunjungi wilayah Senggarang di Tanjungpinang yang terkenal dengan klenteng-klenteng tua contohnya Klenteng Pohon Bayan di Tanjungpinang, Kelenteng Moro di Karimun, Kelenteng Pek Kong di Lingga, dan Kelenteng Cetya Tridarma di Batam.

Wisata religi juga dapat dirasakan melalui ziarah ke makam-makam keramat seperti Makam Raja Ali Haji dan Makam Raja Haji Fisabilillah di pulau Penyengat, Makam Nong Isa dan Makam Temenggung Abdul Jamal di Batam, Makam Megat Kuning dan Makam Merah di Lingga,

Makam Keramat Siantan di Kepulauan Anambas, Makam Si Badang di Karimun, juga Makam Bukit Batu dan Makam Muhayatsyah Tambelan di Bintan.

Pada saat Kepulauan Riau masih bergabung dengan provinsi Riau, tingkat pariwisata mulai menurun. Walaupun Batam masih menjadi salah satu gerbang masuknya wisatawan mancanegara, namun dengan seiring pertumbuhan di Pekanbaru, wilayah ini semakin terbelakang. Bandara di Tanjungpinang menjadi sepi, sementara bandara di Pekanbaru semakin ramai.

Hal ini berbanding terbalik ketika Kepulauan Riau menjadi provinsi sendiri dan terpisah dari Riau, pariwisata kembali meningkat. Pantai Lagoi di Bintan dibangun menjadi kawasan wisata bertaraf internasional dengan beberapa resort contohnya Bintan Resorts dan Nirwana Gardens. Kualitas transportasi juga semakin ditingkatkan untuk mendukung kemajuan pariwisata di Kepulauan Riau.

Pemerintah pun menggalakkan beberapa program untuk membangun pariwisata di Kepulauan Riau. Contohnya adalah program promosi wisata Wonderful KepriWonderful Kepri pun semakin terkenal setelah dipromosikan di berbagai negara dan memilih penyanyi Indonesia, Dewi Sandra juga aktris, Wulan Guritno sebagai brand ambassador. Dan untuk saat ini Pengelolaan kepariwisataan di Kepulauan Riau diatur oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau.

Namun sampai saat ini masalah dana masih menjadi kendala utama seperti yang diungkapkan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Reni Yusneli. Menurutnya, sampai saat ini masih kekurangan dana untuk membangun sarana yang mendukung potensi wisata daerahnya. Lebih lanjut beliau mengatakan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri, harus ada dukungan dari semua pihak dan adanya kerjasama dari semua lintas sector.

Seperti salah satunya Kepulauan Anambas dimana lokasi ini menjadi lokasi yang sangat indah untuk melakukan kegiatan menyelam atau diving. Namun belum adanya pengelolaan yang baik seperti belum tersedianya bandara  di kepulauan tersebut.

Kepri akan dapat mengalahkan Bali apabila pemerintah pusat dapat memberi perhatian lebih dengan cara menyediakan fasilitas pendukung wisata. Sehingga nantinya akan  ada upaya konkrit dari pemerintah