Kurangnya Pendidikan Bagi Rakyat Kecil

Diterbitkan oleh pada Ahad, 3 April 2016 20:54 WIB dengan kategori Opini dan sudah 2.724 kali ditampilkan

Dari adanya perkembangan zaman, pendidikan telah mampu menjadikan salah satu karakter bagi kalangan anak bangsa. Pada prinsipnya bahwa pendidikan merupakan salah satu pedoman hidup maupun pedoman mendapatkan suatu ilmu pengetahuan yang ada pada setiap diri manusia dan saling menyatu antara satu dengan yang lainnya.

 

 

Sebagai bangsa indonesia yang memegang persatuan serta mewujudkan cita-cita bagi bangsa, khusunya sebagai generasi muda harus menjalankan pendidikan sebaik-baiknya demi terwujudnya kehidupan dan cita-cita bagi bangsa ini. 

 
Namun seperti yang dirasakan sekarang ini dengan mengikuti arus global yang semakin cepat pendidikan memberikan pengaruh besar bagi setiap masyarakat baik itu masyarakat atas maupun masyarakat bawah, tingginya tingkat masyarakat bersaing mendapatkan pendidikan yang tinggi dan layak. Semakin tingginya tingkat pendidikan yang disediakan, maka ini membawa pengaruh pada rakyat kecil untuk merasakan kualitas pada pendidikan, dikarenakan tingkat pendidikan yang tinggi kecendrungan mengeluarkan biaya yang mahal.
 

Semua masyarakat berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran baik itu yang kaya maupun miskin. Kurang meratanya pendidikan terutama akses memperoleh pendidikan bagi masyarakat miskin maupun terpencil menjadi suatu masalah yang tak lazim lagi di dengar, hingga kini belum ada langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menanganinya. 

 

Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Dengan beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit dihadapi. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal. Dampak dari pendidikan yang buruk ini, bisa membawa bangsa kita kedepannya makin rendah akan adanya pendidikan.

 

Kualitas pendidikan rakyat kecil yang selama ini diimpikan sering terjadi banyak hambatan pada persoalan biaya yang akan di bayar. Maka sekarang ini masih tingginya rakyat kecil yang putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan selayaknya, kebanyakan mereka rata-rata hanya menyelesaikan pendidikan tamatan SD maupun tamatan SMP. 

 

Peningkatan biaya pendidikan lebih banyak bersumber pada persoalan ekonomi, keluarga mereka yang kurang mampu membiayai anak-anaknya untuk bersekolah ke tingkat yang lebih lanjut, pendapatan yang ada hanya sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja.

 

Kini adanya kenaikan biaya pendidikan semakin sulit diatasi oleh kemampuan penyediaan dana pemerintah maupun masyarakat. Berkembangnya pendidikan juga membawa dampak pada perkembangan teknologi, kini selain masyarakat bawah di perkotaan yang terhambat adanya biaya pendidikan namun perlu kita selidiki kembali bahwa masyarakat bawah yang telah mendiami wilayah pedesaan terpencil lebih banyak faktor hambatan oleh pendidikan mereka. 

 

Masyarakat tersebut kebanyakan mengalami masalah pendidikan berbagai macam keterbatasan seperti mereka yang mengalami buta huruf, mereka yang bertempat tinggal di wilayah terepencil sulitnya mengakses layanan pendidikan. Layanan tersebut merupakan hal terpenting agar masyarakat dengan cepat atau mudah mendapatkan sarana, kualitas yang bermanfaat bagi kehidupan bersama. Maka dengan mengakses layanan pendidikan perlu adanya pemerataan pendidikan pada masyarakat bawah. pemerataan tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang pembangunan bangsa kita. 

 

Pendidikan yang relatif mahal dan mayoritas penduduk yang hidup dalam kemiskinan membuat pendidikan itu tidak merata dikalangan masyarakat bawah. Namun di sini sangat dibutuhkan peran kebijakan Pemerintah dengan segera melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi ketidakmerataan pendidikan itu dengan cara Wajib Belajar Sembilan Tahun, pemberian beasiswa-beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu atau miskin, kemudian memberikan Bantuan Dana Operasional (BOS). 

 

Walaupun sudah diadakan sekolah gratis, Bantuan Dana Operasional (BOS), ataupun alokasi dana BBM, namun bantuan yang diberikan belum terselenggarakan secara merata. Masih banyaknya masyarakat bawah yang tidak mendapatkan apa  yang seharusnya mereka dapatkan, seharusnya masyarakat memiliki hak dan kewajiban mendapatkan pendidikan yang layak semestinya.

 

Untuk itu pemerintah harus bijak dan arif dalam menentukan kebijakan tepat dalam pendidikan. Pemerintah boleh memberlakukan biaya semahal mungkin demi suatu kualitas. Tapi pemerintah juga harus memperhatikan masyarakat bawah yang akan wajib mendapatkan hak serta dapat merasakan langsung adanya pendidikan itu. Paling diutamakan untuk mencapai tujuan tersebut terlebih dahulu meningkatkan kemajuan ekonomi rakyat miskin. Apabila ekonomi mereka sudah bangkit, mereka bisa berpartisipasi dalam merasakan pendidikan sebagaimana layaknya.