Kasat Reskrim Polresta Barelang Akan Tembak Pemalak

Diterbitkan oleh pada Selasa, 19 April 2016 11:31 WIB dengan kategori Batam dan sudah 1.346 kali ditampilkan

BATAM - Setelah kejadian memalukan penodongan terhadap dua orang WNA di objek wisata Welcome To Batam (16/4/2016), pihak kepolisian tampaknya perlu memperketat pengawasan objek wisata khusunya WTB.

 

Satuan Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian saat ini polisi akan melakukan patrol rutin “unit Sabhara akan lakukan patrol rutin disana” kata Memo.

Kejadian pemalakan turis di WTB membuktikan premanisme kota Batam sudah tidak bisa disepelekan lagi. Tidak pandang buluh, tidak hanya warga local, WNA yang juga sudah menjadi korban.

Bahkan ada fakta yang jauh lebih mencengangkan, ternyata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Memo Ardian yang tengah menangani kasus ini bahkan pernah menjadi korban pemalakan

Memo mengakui saat itu ia yang masih berdinas di Provos Polda Kepri membawa tamu untuk berfoto di bukit Clara. Saat tengah berfoto mereka didatangi 2 orang yang meminta uang parker sebesar 20 ribu. Memo menolak dan penolakannya mendapat perlawanan.

“saya terpaksa bina mereka dengan agak keras sehingga mereka kesakitan dan mereka pergi” Kata Memo.

Memo bahkan mengakui jika saat ini kejadian tersebut kembali menimpanya ia akan menembak para preman yang memalak tersebut “dulu saya tidak boleh menangkap. Tapi sekarang akan saya tembak”ujar Memo (17/4/2016)

 

Memo mengakui bahwa kejadian pemalakan yang menimpanya terjadi 2 tahun lalu. Pernyataan tersebut sekaligus membuktikan bahwa aksi premanisme di WTB sudah berlangsung cukup lama.