Sistem Penyelidikan Ribet, Warga Singapura Korban Pemalakan Tidak Jadi Melapor

Diterbitkan oleh pada Selasa, 19 April 2016 06:17 WIB dengan kategori Batam dan sudah 776 kali ditampilkan

BATAM - Dua orang WNA asal Singapura yang menjadi korban pemalakan di bukit clara beberapa hari lalu, batam membuat laporan resmi kepada pihak polisi.

 

Diduga kedua pasang kekasih, Mark (26) dan Samantha (27) mengurungkan niat untuk melanjutkan penyelidikan karena tidak mau terlibat dengan sistem penyelidikan yang rumit.

Hal ini disayangkan Kepala Satuan Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian “kita akan sulit menindak lanjuti. Nanti kita tangkap orang tapi tidak ada korban justru kita yang disalahkan”kata Memo (18/4/2016).

Memo melanjutkan kedua WNA tersebut hanya membuat laporan kehilangan “ini murni kejahatan tapi Koran tidak ingin membuat laporan ke Polisi” Kata Memo.

Kendati demikian, Memo memastikan pihaknya akan tetap mengusut. Selain itu Unit Satshabhara juga mulai akan rutin melakukan patrol.

Pada laporan yang dibuat hari minggu lalu(16/4/2016), Mark dan Samantha yang sedang berfoto di objek wisata WTB mengaku didatangi dua orang preman yang membawa parang dipinggang mereka. Demi keselamatan, mereka rela menyerahkan uang sebesar 500 ribu rupiah dan 30 dolar serta hape milik mereka berdua. Kedua pelaku kemudian pergi dengan motor matik hitam.