Wali Kota Batam Marah Besar RSUD Embung Fatimah Terasa Panas
BATAM - Wali Kota Batam Muhammad Rudi berang begitu mengetahui hampir seluruh bagian dalam Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah terasa panas, dan pendingin tidak bekerja maksimal.
"Panas, kenapa ini? Segera perbaiki. Saya tahunya pekan depan sudah dingin," kata Wali Kota Muhammad Rudi saat inspeksi mendadak di RSUD Embung Fatimah Batam, Kamis.
Rudi menahan rasa marahnya mulai dari ruang tunggu pasien yang sudah terasa panas, kemudian ia berjalan ke lorong-lorong, memasuki beberapa ruang, dan tetap tidak terasa sejuk sesuai harapan.
Padahal menurut dia, seharusnya rumah sakit terasa sejuk agar membuat pasien nyaman.
Wali Kota yang awalnya bertindak laku layaknya pasien kemudian mempertanyakan mengapa rumah sakit besar hanya dilengkapi pendingin seadanya, hingga membuat tidak nyaman.
"Saya tidak tahu bagaimana caranya, tambah AC-nya," kata dia dengan nada tinggi.
Kepada wartawan, politisi Partai Demokrat itu mengaku sudah menerima banyak keluhan mengenai kondisi rumah sakit yang panas.
"Kalau masalahnya hanya pejabat pengguna anggaran sedang menjalani masalah hukum, kami akan atur nantinya biar enak. Nanti Plt dilancarkan," kata dia.
Selain panas, ia menilai pelayanan di RSUD Embung Fatimah relatif baik. Hanya dia menyarankan agar seragam penerima pasien dibedakan dengan petugas medis.
"Baju 'receptionist' dibedakan, dipakaikan seperti di hotel, tapi yang panjang, dan pelayanannya lemah lembut," kata Rudi.
Plt Dirut RSUD Embung Fatimah, Jeni Iryani mengatakan akan mengupayakan memperbaiki kondisi rumah sakit yang panas.
Ia mengatakan tidak memiliki wewenang dalam penggunaan anggaran RSUD, karena hanya menjabat Plt, mengingat Dirut RSUD sedang menjalani persoalan hukum di Jakarta.
Sebelumnya, pasien RSUD, Batong menyatakan ruangan perawatan relatif panas, besaran pendingin ruangan tidak sesuai dengan luas ruangan.
"Agak panas. Itu saja, pelayanan yang lainnya bagus," kata dia.
(ant)

