ARLI Gandeng China Untuk Pengembangan Rumput Laut di Indonesia
Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menyepakati kerja sama dengan Asosiasi Rumput Laut China (China Algae Industry Association/CAIA) guna meningkatkan perdagangan dan pengembangan rumput laut di Indonesia.
Kesepakatan kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum ARLI Safari Azis dengan Sekretaris Jenderal CAIA Jingxiang Guan, dan disaksikan langsung oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan P Roeslani di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (28/4/2016).
Ketua Umum ARLI Safari Azis mengatakan, selain pengembangan rumput laut, kedua belah pihak juga menyepakati mendirikan Seaweed Research and Development Center yang akan membantu pembudi daya rumput laut mendapatkan informasi tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam meningkatkan produktivitas. Selain itu, pihaknya juga akan mendorong peningkatan perdagangan.
"Kita akan dukung gerakan ekspor tiga kali lipat rumput laut. Kita juga akan mengembangkan industri pengolahan rumput laut dengan mendirikan China-Indonesia Seaweed Industrial Parks," ujarnya.
Dia menjelaskan, kesepakatan ini juga dilakukan mengingat China merupakan tujuan ekspor terbesar rumput laut nasional. Pada 2014, market share tercatat mencapai 72 persen, sedangkan pada 2015 sebesar 70 persen. "Sangat besar, kita produsen pertama terbesar bagi China. Oleh karena itu pentingnya MoU ini," pungkasnya.*Okz

